Abdul Hatab, S. Pd (Dok/ist)
Sumbawa, Siasat.ID – Ketua Umum FPPK (Front Pemuda Peduli Keadilan) Pulau Sumbawa, Abdul Hatab mengecam aksi premanisme terhadap seorang warga Kuang Amo atas nama Ahmad usia 67 tahun oleh oknum Kepala Dusun (Kadus) Kuang Amo, Desa Sempe, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa.
“Menurut keterangan warga setempat, aksi premanisme oknum Kadus Kuang Amo telah melakukan pembakaran barang berharga milik pak Ahmad pada, Kamis (1/12),” ucap Hatab sapaan akrab Ketua Umum FPPK Pulau Sumbawa, Sabtu (3/12).

“Pak Ahmad berumur 67 tahun, tinggal di RT.002/RW.004 Dusun Kuang Amo, ia hidup sendiri di kediamannya, menurut keterangan dari warga bahwa rumahnya tersebut merupakan bantuan dari pemerintah,” ungkap Hatab.
“Selama 6 tahun lamanya pak Ahmad sudah dianggap keluarga oleh oknum Kadus Kuang Amo, jadi apapun yang diperintah oleh oknum Kadus, pak Ahmad selalu siap dan tidak pernah menolaknya, karena pak Ahmad menggantungkan hidupnya kepada oknum Kadus tersebut,” tambah Hatab.
“Selama 6 tahun tersebut pak Ahmad berladang dan menanam jagung milik oknum Kadus, bahkan hewan ternak seperti kerbau milik oknum Kadus tersebut diurus oleh pak Ahmad, namun setelah pak Ahmad jatuh sakit keras sampai keluar darah dari lubang anusnya, sehingga tidak bisa berbuat apa – apa dan tidak bisa mengurus ladang milik oknum Kadus seperti biasanya,” tutur Hatap bedasarkan keterangan dari seorang warga Kuang Amo yang peduli terhadap nasib pak Ahmad.

“Kemudian karena pak Ahmad menderita sakit keras, datang oknum Kadus serta istrinya melakukan tindakan aksi premanisme mengusir pak Ahmad diatas rumahnya, sementara rumah tersebut adalah bantuan dari pemerintah, bahkan tindakan aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum Kadus, semua barang harta milik pak Ahmad ludes dibakar api berupa selimut, kasur, lemari, parang, pakaian, celana, sarung, piring, periuk, gelas, galon, tv, prabola, resiver, dan berkas identias seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) habis dibakar serta masih banyak yang lainnya,” jelas Hatab.
“Atas tindakan tersebut, pak Ahmad merasa ketakutan dan melarikan diri dari kediamannya dalam keadaan sakit, karena oknum Kadus membawa parang (sajam) sambil diayunkan kearah pak Ahmad kurang lebih 50 meter dari kediamannya,” pungkasnya.
“Aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum Kadus diduga lantaran pak Ahmad tidak bisa membantu berladang membersikan lahan milik oknum Kadus, karena pak Ahmad sedang menderita sakit keras, mau berobat tidak memiliki uang,” ungkapnya.
“Selama ini saya akui bahwa pak Ahmad selama 6 tahun sudah dianggap keluarga oleh oknum Kadus, sehingga semua lahan dan harta peliharaannya milik oknum Kadus tersebut bapak Ahmad yang mengerjakannya dan menjaganya,” tuturnya.
“Saat kejadian aksi bakar yang dilakukan oleh oknum Kadus, korban lari mendatangi rumah Khaerudin seorang warga Kuang Amo untuk mengamankan diri,” ungkap Hatab.
“Terkait berkas identitas seperti KK dan KTP milik bapak Ahmad di pegang oleh oknum Kadus tersebut selama enam tahun, namun yang aneh menurut penuturan korban baru satu kali menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT),” jelas Hatab.
Atas kejadian tersebut, FPPK Pulau Sumbawa merasa perihatin dan akan menuntut aksi premanisme oknum Kadus tersebut keada Aparat Penegak Hukum (APH).
“Atas kejadian yang menimpa bapak Ahmad, FPPK Pulau Sumbawa menilai diduga banyak kejanggalan terselubung dibalik motif tindakan pengusiran terhadap bapak Ahmad, dimna semua identitas sebagai warga Kuang Amo dibakar habis dan menurut keterangan warga selama sekian lama cuma sekali menerima bantuan dari pemerintah, ada apa dan kemana hak yang seharusnya didapatkan seperti warga lain yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah setiap pembagian,” sambung Hatab.
“Karena itu, kami meminta kepada yang terhormat kepada Kepala Desa (Kades) Desa Sempe untuk memecat secara tidak hormat oknum Kadus tersebut dan kami akan melaporkan tindakan tersebut kepada APH, sangat tidak manusiawi sekali,” tutup Hatap. (S/Red)















