• Latest
  • Trending
  • All

Megah di Negeri, Sunyi di Swasta: DPC GMNI Mimika Sampaikan Masukan kepada Dinas Pendidikan soal Ketimpangan Wajah Pendidikan

Februari 1, 2026

PENGURUS DAERAH KARANG TARUNA MIMIKA Apresiasi Dukungan Dinas Sosial dan Koorwil Papua

April 17, 2026

GMNI Mimika Apresiasi Dinas Koperasi dan BRIDA, Dorong Kolaborasi Riset untuk UMKM

April 17, 2026

GSNI Lumajang Kobarkan Semangat Nasionalisme Melalui Seminar “Rise of Young Patriots

April 16, 2026

“Terkuak! Dugaan ‘Permainan Kotor’ di Balik Proyek Jila, Nama OAP Diduga Dipakai!”

April 16, 2026

DEWAN ADAT DAERAH MIMIKA PAPUA TENGAH PERSIAPKAN KONFERENSI WILAYAH MEEPAGO TAHUN 2026

April 15, 2026

Menuju Lomba Dayung, Pembersihan Kolam Nawaripi Masuki Tahap Akhir

April 15, 2026

“Kami Bukan Objek!” Aliansi OAP Semprot Keras Sosialisasi Perda UMKM Mimika

April 15, 2026

Motor Listrik dan Kaus Kaki disorot GMNI, Belanja Negara Dipertanyakan

April 14, 2026

“Pemerintah Kampung Nawaripi Wujudkan Peningkatan Pendidikan Anak Usia Dini, TK/PAUD Resmi Gunakan Gedung Baru”

April 14, 2026

Berkunjung ke Kadis PU Kepala Kampung Nawaripi Sampaikan BUMDes Nawaripi Terdaftar Kemenkumham, Bisa Ikut Tender Proyek

April 13, 2026

Kreativitas Persit Mimika Jadikan Batu Pyrite Papua, Aksesori Bernilai Tinggi

April 13, 2026

“Antara Data dan Derita: Jutaan Anak Belajar di Sekolah Rusak, Negara Diminta Bertindak”

April 12, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Megah di Negeri, Sunyi di Swasta: DPC GMNI Mimika Sampaikan Masukan kepada Dinas Pendidikan soal Ketimpangan Wajah Pendidikan

in Uncategorized
0
28
SHARES
315
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Timika, 1 Februari 2026 — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Mimika menyampaikan masukan dan perhatian serius kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika terkait adanya ketimpangan perhatian dan kebijakan antara sekolah negeri dan sekolah swasta di wilayah Kabupaten Mimika.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Mimika, Christo Toffy, menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan terakhir wajah Kota Timika mengalami perubahan yang cukup signifikan, khususnya pada sektor pendidikan. Perubahan tersebut bukan disebabkan oleh persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), maupun isu yang mencoreng nama Kabupaten Mimika sebagai daerah yang dikenal dengan sebutan “kota dolar”, melainkan tampak dari pesatnya pembangunan infrastruktur sekolah negeri.

RelatedPosts

PENGURUS DAERAH KARANG TARUNA MIMIKA Apresiasi Dukungan Dinas Sosial dan Koorwil Papua

GMNI Mimika Apresiasi Dinas Koperasi dan BRIDA, Dorong Kolaborasi Riset untuk UMKM

“Terkuak! Dugaan ‘Permainan Kotor’ di Balik Proyek Jila, Nama OAP Diduga Dipakai!”

Sekolah-sekolah negeri, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK), kini berdiri megah dengan dominasi warna sesuai jenjang pendidikan dan dilengkapi pagar kokoh setinggi sekitar dua hingga empat meter. DPC GMNI Mimika menilai pembangunan tersebut sebagai langkah positif dan patut diapresiasi sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan.

Namun demikian, , Christo Toffy memandang bahwa pembangunan tersebut perlu diiringi dengan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam pengelolaan pendidikan. Ketua DPC GMNI Mimika menegaskan bahwa perhatian Dinas Pendidikan tidak boleh terfokus hanya pada sekolah negeri, sementara kondisi sekolah swasta justru cenderung terabaikan.

“Dana pendidikan yang dikelola oleh pemerintah daerah bersumber dari anggaran publik dan pada prinsipnya diperuntukkan bagi seluruh anak-anak Mimika tanpa terkecuali. Sekolah swasta merupakan bagian integral dari sistem pendidikan yang juga memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Christo Toffy.

Berdasarkan hasil pengamatan dan aspirasi yang dihimpun, DPC GMNI Mimika menilai bahwa masih banyak sekolah swasta di Kabupaten Mimika yang menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, persoalan kesejahteraan tenaga pendidik, ketidakjelasan status kerja guru, serta minimnya akses terhadap pelatihan dan pengembangan profesional. Kondisi tersebut dinilai belum mendapatkan perhatian dan pengawasan yang memadai dari Dinas Pendidikan.

DPC GMNI Mimika juga menyoroti keberadaan sekolah-sekolah swasta bersejarah, termasuk lembaga pendidikan yang telah lama hadir di wilayah pesisir dan pedalaman Mimika, seperti sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan pendidikan keagamaan. Sekolah-sekolah tersebut selama ini telah berkontribusi besar dalam menyediakan layanan pendidikan, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh sekolah negeri.

Ketua DPC GMNI Mimika menegaskan bahwa sikap pembiaran terhadap kondisi sekolah swasta berpotensi menciptakan ketimpangan struktural, baik dalam kualitas pendidikan maupun dalam keadilan perlakuan terhadap tenaga pendidik. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang adil, inklusif, dan pengawasan yang setara antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

Selain itu, DPC GMNI Mimika juga mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika untuk meningkatkan peran sosialisasi dengan turun langsung ke sekolah-sekolah serta melibatkan orang tua siswa melalui pendekatan pembelajaran holistik. Pendekatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada orang tua mengenai perkembangan dunia pendidikan dan mendorong pengembangan potensi peserta didik secara utuh dan terintegrasi.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek intelektual dan akademis, tetapi juga harus mencakup perkembangan emosional, sosial, fisik, etika, dan spiritual, guna membentuk individu yang seimbang, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.

DPC GMNI Kabupaten Mimika menegaskan bahwa pembangunan pendidikan yang berkeadilan tidak semata-mata diukur dari kemegahan infrastruktur, melainkan dari keberpihakan kebijakan yang setara terhadap seluruh lembaga pendidikan.

“Bagi GMNI, keadilan dalam pendidikan bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan demi masa depan generasi Mimika,” tutup Christo Toffy.

Share11SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In