• Latest
  • Trending
  • All

Painus Magai: Natal Oikumene Jadi Teriakan Damai Pemuda Kwamki Narama

Desember 28, 2025

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026

DPC GMNI Kabupaten Mimika dan Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Perkuat Sinergi Pembangunan

Januari 18, 2026

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Januari 15, 2026
Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Januari 15, 2026

Ketua KNPI Jayawijaya Hengky Hilapok Temui Wapres Gibran, Dorong Pusat Konsolidasi Pemuda di Wamena

Januari 15, 2026

Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Januari 14, 2026

Sinergi Pemerintah Pusat dan Desa, Bantuan Sembako Disalurkan ke Nawaripi Jaya

Januari 15, 2026

Gerbang Tertutup, Cita-Cita Tertahan: Aksi Pemalangan dan Darurat Pendidikan di Mimika

Januari 15, 2026

Musdus Nawaripi, Pemerintah Kampung Ingatkan Program Harus Berpihak ke Warga

Januari 15, 2026
Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Januari 11, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, Januari 18, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Painus Magai: Natal Oikumene Jadi Teriakan Damai Pemuda Kwamki Narama

in Uncategorized
0
29
SHARES
324
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

TIMIKA – Pemuda lintas denominasi gereja di Distrik Kwamki Narama, Mimika, menggelar Perayaan Natal Oikumene dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan” berdasarkan Matius 1:20, pada Sabtu (27/12/2025). Ibadah yang berjalan dengan baik ini menjadi simbol persatuan sekaligus media menyuarakan harapan akan perdamaian dan perhatian serius terhadap konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Perayaan Natal bersama ini diinisiasi oleh para pemuda dari enam denominasi gereja, yaitu GIDI, Baptis, GKI, dan Katolik. Kegiatan ini bertujuan memulihkan kebebasan beribadah dan merayakan Natal yang dinilai tertekan selama 4-5 bulan terakhir akibat konflik sosial di daerah Kuala Kencana (Kelama). Acara dihadiri oleh perwakilan pemuda, Ketua IPKN, KNPI, perwakilan pemerintah distrik, Kapolsek, serta tokoh-tokoh gereja penting.

RelatedPosts

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Maraknya Kendaraan Plat Luar di Timika, Publik Pertanyakan Pengawasan dan Basis Data Samsat

Ketua Panitia, Painus Magai, S.Pd., menjelaskan bahwa ide perayaan bersama muncul dari diskusi antar pemuda dan organisasi kepemudaan. “Kami melihat ada konflik yang terjadi selama 4-5 bulan ini membuat pemuda tertekan dan tidak bisa merayakan Natal dengan bebas. Banyak pemuda yang tidak merayakan,” ujarnya. Ia menekankan, ibadah ini adalah bentuk solidaritas dan upaya menjadi terang di tengah tantangan.

Perayaan dilaksanakan pada Sabtu, 27 Desember 2025, di Distrik Kwamki Narama, Timika, Papua.

Menurut Painus, kegiatan ini lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Ini merupakan respons atas tekanan dan ketakutan yang melanda masyarakat akibat konflik yang belum terselesaikan. “Orang mau ke kebun takut, ke pasar takut, jualan takut, kerja takut. Semua tertekan,” katanya. Perayaan Natal bersama menjadi momentum untuk membangun kembali kohesi sosial, kolaborasi pelayanan pemuda, dan mengalihkan perhatian generasi muda dari aktivitas negatif ke pengembangan bakat melalui olahraga dan kesenian.

Para pemuda menyatakan tidak akan tinggal diam. Mereka berencana mengajukan surat audiensi dan permintaan tanggung jawab serius kepada Bupati Mimika untuk penanganan konflik. “Kalau memang belum ada [penanganan serius] sampai lewat tahun baru dan Februari, kami akan buat tahapan-tahapan aksi, mungkin aksi damai, dengan melibatkan semua elemen,” tegas Painus. Selain aksi advokasi, mereka juga berkomitmen memperkuat jaringan oikumene pemuda gereja untuk tetap menjadi garam dan terang bagi masyarakat.

Painus juga menyampaikan kritik dan harapan kepada pemangku kepentingan. “Kami melihat pemerintah lagi tutup mata dan tutup telinga, pura-pura tidak tahu. Padahal ini berbicara tentang manusia dan hak hidup,” ujarnya. Ia mendesak pemerintah daerah, distrik, kampung, serta semua elemen masyarakat untuk mendukung dan bersinergi dengan kaum muda dalam membangun generasi Papua, khususnya di wilayah Kuala Kencana, untuk masa depan yang lebih baik.

Perayaan ini menegaskan peran pemuda sebagai agen perdamaian dan penggerak perubahan sosial di tengah situasi konflik, dengan fondasi iman dan semangat kebersamaan.

Share12SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In