• Latest
  • Trending
  • All
Meriam Karbit dari Pontianak yang Butuh Dukungan Pelestarian

Meriam Karbit dari Pontianak yang Butuh Dukungan Pelestarian

Maret 21, 2025

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Januari 18, 2026

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Januari 18, 2026

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Januari 18, 2026

DPC GMNI Kabupaten Mimika dan Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Perkuat Sinergi Pembangunan

Januari 18, 2026

MUSRENBANG KAMPUNG NAWARIPI TAHUN 2025 DESA MANDIRI NAWARIPI MENUJU DESA SWASEMBADA NAWARIPI

Januari 15, 2026
Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Tim Advokasi untuk Demokrasi Melawan Pembungkaman, Merawat Demokrasi: Aktivis dan Konten Kreator Laporkan Teror ke Polisi

Januari 15, 2026

Ketua KNPI Jayawijaya Hengky Hilapok Temui Wapres Gibran, Dorong Pusat Konsolidasi Pemuda di Wamena

Januari 15, 2026

Dari Wamena, Pemuda Papua Pegunungan dan Wapres Gibran Satukan Harapan Pembangunan

Januari 14, 2026

Sinergi Pemerintah Pusat dan Desa, Bantuan Sembako Disalurkan ke Nawaripi Jaya

Januari 15, 2026

Gerbang Tertutup, Cita-Cita Tertahan: Aksi Pemalangan dan Darurat Pendidikan di Mimika

Januari 15, 2026

Musdus Nawaripi, Pemerintah Kampung Ingatkan Program Harus Berpihak ke Warga

Januari 15, 2026
Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Kedaulatan Rakyat Tak Bisa Diwakilkan: Menjaga Amanat Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi yang Berdaulat

Januari 11, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, Januari 18, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Budaya

Meriam Karbit dari Pontianak yang Butuh Dukungan Pelestarian

in Budaya, Nusantara
0
Meriam Karbit dari Pontianak yang Butuh Dukungan Pelestarian
28
SHARES
312
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Pontianak – Tradisi Meriam Karbit, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Pontianak, kini menghadapi tantangan serius. Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2016, tradisi ini mengalami penurunan jumlah kelompok pemain yang signifikan.

Ketua Forum Meriam Karbit, Fajriudin, mengungkapkan bahwa jumlah kelompok pemain meriam karbit menurun dari 41 kelompok pada tahun 2024 menjadi hanya 30 kelompok di 2025. Penurunan ini disebabkan oleh masalah pendanaan dan kesulitan mendapatkan bahan baku utama berupa balok kayu.

RelatedPosts

Junk Fee: Ilusi Angka dan Remah Konsumsi Digital

Ibadah Syukur ke-89 Tahun Pekabaran Injil, Keluarga Besar A3 Mimika Teguhkan Iman dan Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

“YESUS – Sang Pencipta Impian” Karya Yulianus Mote Hadirkan Perspektif Rohani tentang Makna Impian

Untuk mengatasi tantangan ini, Forum Meriam Karbit mengusulkan inisiatif ‘Bapak Angkat’. “Kami berharap setiap kelompok dapat memiliki Bapak Angkat yang mendanai dan mendukung kegiatan mereka,” ujar Fajriudin usai menghadiri rapat koordinasi (rakor) persiapan Eksebisi Meriam Karbit yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (19/3/2025).

Inisiatif itu diharapkan dapat mengatasi kendala pendanaan yang menjadi penghalang utama pelestarian tradisi ini.

Selain itu, forum juga berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mempermudah akses pengadaan balok kayu dari daerah hulu. “Bahan baku menjadi kendala utama. Kami berupaya mencari solusi agar tradisi ini tetap bertahan,” tambah Fajriudin.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian, Eksebisi Meriam Karbit akan digelar untuk memeriahkan malam takbiran Idulfitri 1446 Hijriah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menjelaskan bahwa eksebisi ini melibatkan 30 kelompok yang tersebar di sepanjang Sungai Kapuas. “Ini bukan perlombaan, melainkan eksebisi untuk memeriahkan malam takbiran,” jelasnya.

Sri juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan eksebisi ini. “Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, baik di darat maupun di air, sehingga koordinasi sangat penting,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan tradisi Meriam Karbit dapat terus dilestarikan dan menjadi kebanggaan masyarakat Pontianak. Masyarakat juga diundang untuk berpartisipasi dan menyaksikan atraksi Meriam Karbit yang akan berlangsung hingga 30 hari ke depan. (InfoPublik.id/prokopim/Jemi Ibrahim)

Tags: Meriam KarbitPontianak
Share11SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In