• Latest
  • Trending
  • All

Ken Setiawan: Mencintai Tuhan Berarti Mencintai Indonesia dan Keberagamannya

Mei 30, 2026
NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

Juni 8, 2026

Haul Akbar Syeikh Yusuf dan Syeikh Samman Satukan Ulama dan Umara di Maros

Juni 8, 2026

Marhaenisme Bung Karno: Obat Rakyat Kecil Lawan Ketimpangan & Hoax di Era Digital

Juni 7, 2026

Soekarno: Titik Koordinat Bangsa yang, Menyatukan Seluruh Ideologi demi Satu Tujuan — Indonesia Merdeka

Juni 7, 2026

Rupiah Melemah, Dapur Desa Tertekan: Anatomi Krisis Pangan di Ujung Rantai Pasok

Juni 7, 2026

“Mantan Ketua Pokja Adat MRPB ingatkan UU Otsus Papua. Tiga Raperdasus inisiatif DPR Papua Barat Daya wajib dapat persetujuan Majelis Rakyat Papua Barat Daya sebelum disahkan”.

Juni 7, 2026

Senator asal Papua Barat Daya dorong Prabowo evaluasi kabinet ekonomi. Sri Mulyani disebut sebagai opsi pengganti Purbaya untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperluas kerja sama global

Juni 7, 2026

DPP GMNI Kawal Perjuangan Guru Jawa Timur, Tuntut Pencairan Tambahan 100% TPG

Juni 7, 2026

Perpisahan PAUD Paruak Sejawa: Partisipasi Semesta Desa Baodesa

Juni 7, 2026
Torehkan Prestasi, INISIATOR Apresiasi Kejati Sumsel Berantas Korupsi

Torehkan Prestasi, INISIATOR Apresiasi Kejati Sumsel Berantas Korupsi

Juni 7, 2026

Gerakan Nyata di Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Satu Langkah untuk Iklim, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting

Juni 5, 2026

DAD MIMIKA: ASPIRASI KE FREEPORT BOLEH SAJA, NAMUN MASYARAKAT ORANG PAPUA ASLI ( OPA) JANGAN TERPENGARUH “PENUMPANG GELAP”

Juni 5, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Ken Setiawan: Mencintai Tuhan Berarti Mencintai Indonesia dan Keberagamannya

in Uncategorized
0
27
SHARES
298
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

(1 Juni 1945 Bung Karno Letakkan Dasar, Ken Setiawan Implementasikan Cinta Deck: Dari mesin rekrutmen NII yang sebut Pancasila “togut”, kini ia tafsirkan Sila 1 sebagai ikrar cinta Tuhan, NKRI, dan keberagaman)

JAKARTA – 1 Juni 1945 Bung Karno memperkenalkan Pancasila di BPUPKI. 81 tahun kemudian, dari kontrakan sederhana Wehalim, Bandar Lampung, Ken Setiawan menulis ulang cara mengimplementasikannya.

RelatedPosts

Marhaenisme Bung Karno: Obat Rakyat Kecil Lawan Ketimpangan & Hoax di Era Digital

Soekarno: Titik Koordinat Bangsa yang, Menyatukan Seluruh Ideologi demi Satu Tujuan — Indonesia Merdeka

Rupiah Melemah, Dapur Desa Tertekan: Anatomi Krisis Pangan di Ujung Rantai Pasok

Dua kutub waktu, satu benang merah: Indonesia dibangun di atas cinta, bukan kebencian.

Ken dulunya mesin rekrutmen terbaik Negara Islam Indonesia. Ia menganggap Pancasila “togut” atau berhala. Kini ia jadi pengkampanye Sila 1 yang paling vokal. Lewat NII Crisis Center dan buku “Tuhan Kita Sama”, ia membuktikan Pancasila bisa jadi vaksin deradikalisasi.

Dari “Togut” ke Ikrar Cinta
Perubahan Ken bukan perubahan kosmetik. Ia sadar pernah memakai agama untuk membangun kebencian. Tafsir kitab yang sempit melahirkan sikap eksklusif, menolak perbedaan.

“Agama dulu membuat saya jadi pemarah, tapi kini agama mengantarkan pada semangat hidup untuk bangkit dan bermanfaat untuk sesama,” ujarnya.

Dari penyesalan itu lahir rumusan implementasi Pancasila versi Ken.

1 Juni 1945: Sila 1 Adalah Jiwa, Bukan Urutan
Waktu pidato 1 Juni 1945, Bung Karno menaruh Ketuhanan di urutan terakhir. Tapi ia menegaskan semua sila lahir dari “jiwa ketuhanan”.

Ken menangkap jiwa itu. “Sila pertama adalah ikrar setia cinta kita kepada Tuhan dan ikrar setia kita kepada tanah air tumpah darah Indonesia,” tegasnya.

Konsekuensinya logis: mencintai Tuhan berarti mencintai ciptaan-Nya. Termasuk tanah air dan seluruh anak bangsa yang berbeda. Perbedaan bukan ancaman, tapi takdir ilahi “li-ta’arafu”.

Bonus Berantai: Dari Sila 1 ke Keadilan Sosial
Bung Karno merumuskan “Ekasila: Gotong Royong” dengan memeras 5 sila jadi 1. Ken merumuskan “Bonus Berantai” dengan mengurai 1 sila jadi 5.

“Jika sila pertama dipahami dan diimplementasikan, maka dapat bonus sila kedua: kemanusiaan yang adil dan beradab,” jelas Ken.

Efek domino itu berlanjut: lahir persatuan, tercipta musyawarah, muaranya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila 5 jadi bonus tertinggi.

Rukun Islam sebagai Strategi Gotong Royong
Cara Ken membaca Rukun Islam mirip cara Bung Karno memeras Pancasila. Bukan ritual individual, tapi strategi kolektif.

Syahadat: deklarasi loyalitas ke kepemimpinan pro-rakyat. Sholat berjamaah: kampanye massal hapus kasta. Zakat: distribusi kekayaan. Puasa: latihan solidaritas kelas. Haji: kongres akbar lintas bangsa.

“Oleh sebab itu, dalam rukun Islam jelas menyimpan strategi mutakhir bagaimana Islam bangkit menyatukan umatnya,” katanya.

Musuh Bersama Bukan Perbedaan
Dengan kerangka itu, Ken mengajak umat beragama menghentikan debat klaim kebenaran. “Musuh para nabi bukan perbedaan agama, tapi penguasa zolim yang menindas,” tegasnya.

Dari kontrakan Wehalim, Ken membuktikan satu hal: Tuhan yang ia cari lewat jalan radikalisme, justru ia temukan dalam kedamaian dan keberagaman Indonesia yang digagas Bung Karno 1 Juni 1945.

“Saatnya kita bersatu, agar hidup sejahtera, rukun, aman, damai meski beda agama,” pungkasnya.

Narahubung:
Ken Setiawan – NII Crisis Center

Share11SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1
NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

Juni 8, 2026

Haul Akbar Syeikh Yusuf dan Syeikh Samman Satukan Ulama dan Umara di Maros

Juni 8, 2026

Marhaenisme Bung Karno: Obat Rakyat Kecil Lawan Ketimpangan & Hoax di Era Digital

Juni 7, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In