MERAUKE, Siasat ID – Wakil Bupati Merauke, Hj. Dr. Fauzun Nihayah, S.HI., M.H., menyoroti meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Merauke yang trennya cukup tinggi pada kelompok usia remaja. Fenomena ini disebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut kualitas dan masa depan generasi muda.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Merauke terus menjalankan langkah pencegahan berkelanjutan. Salah satu strategi yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah di Merauke untuk memberikan edukasi sejak dini. Materi edukasi mencakup bahaya HIV/AIDS, pentingnya menjaga diri, serta membangun kesadaran tentang pola hidup sehat dan perilaku berisiko.
Keluarga sebagai Garis Pertahanan Pertama
Wakil Bupati Fauzun Nihayah menegaskan, keberhasilan program pencegahan HIV/AIDS tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah dan sekolah. Peran keluarga disebut sebagai kunci utama dalam mengendalikan penyebaran penyakit tersebut di kalangan remaja.
“Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan membimbing pergaulan anak-anak, memberikan pemahaman yang benar, serta menjadi ruang terbuka bagi anak untuk berdiskusi,” ujar Fauzun Nihayah dalam unggahan video di Instagram pribadinya, Jumat 29/5/2026.

Menurutnya, keluarga harus menjadi tempat pertama dan utama bagi anak untuk mendapatkan informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi. Ruang komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai efektif untuk mencegah remaja mencari informasi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Profil: Tokoh Perempuan Peduli Anak Papua Selatan
Dr. Hj. Fauzun Nihayah, S.HI., M.H. merupakan tokoh wanita, akademisi, dan politisi yang menjabat sebagai Wakil Bupati Merauke. Beliau dikenal luas atas dedikasinya dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, serta penanganan isu-isu sosial anak-anak di wilayah Papua Selatan.
Rekam jejak dan fokus kerja utamanya mencakup tiga bidang. Pertama, Penyelamatan Anak Jalanan: Memimpin aksi nyata mengasuh dan memberikan pelayanan kesehatan serta pendidikan kepada anak-anak pecandu lem aibon di Merauke. Kedua, Perbaikan Fasilitas Publik: Aktif turun ke lapangan berkoordinasi menyelesaikan krisis pasokan energi lokal, seperti masalah distribusi BBM pengetap di SPBU. Ketiga, Penguatan Sektor Pendidikan: Konsisten mendorong program proteksi agar seluruh anak asli Papua mendapatkan hak akses sekolah dasar yang layak tanpa terkecuali.
Sinergi Tiga Pilar Cegah Penyebaran
Pemkab Merauke mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan keluarga sebagai tiga pilar utama pencegahan HIV/AIDS. Sinergi ini diharapkan mampu menekan angka penyebaran sekaligus melindungi generasi muda dari risiko yang mengancam masa depan mereka.
Pendekatan kolaboratif tersebut sejalan dengan strategi nasional penanggulangan HIV/AIDS yang menekankan pentingnya edukasi berbasis komunitas. Dengan begitu, pesan pencegahan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga mengakar di lingkungan keluarga dan masyarakat.












