
Tangerang – Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PDI Perjuangan, Sugianto, S.I.P, menilai praktik demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia belum sepenuhnya menjawab harapan publik. Pernyataan itu disampaikan menjelang peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE pada 31 Mei 2026.
Dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026), Sugianto mengatakan cita-cita reformasi untuk memperkuat demokrasi substantif masih perlu dikawal bersama. Menurutnya, penguatan demokrasi tidak bisa dilepaskan dari penghormatan terhadap hak warga dan terbukanya ruang partisipasi masyarakat sipil.
“Demokrasi bukan sekadar agenda lima tahunan. Pemerintah dan seluruh elemen negara perlu memastikan persoalan HAM dan penyempitan ruang sipil ditangani secara terbuka, adil, dan berkeadilan,” ujarnya.
Sebagai anggota DPRD Provinsi Banten, Sugianto menyebut rendahnya kepercayaan publik terhadap proses demokrasi sering kali dipicu lemahnya penegakan hukum dan minimnya saluran partisipasi yang efektif. Ia menekankan, PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik mendorong agar kebijakan publik lebih berpihak pada rakyat kecil dan terbuka terhadap kritik.
Sugianto juga menilai nilai-nilai kebajikan, toleransi, dan cinta kasih dalam Waisak relevan menjadi pijakan politik kebangsaan. Momentum keagamaan tersebut, kata dia, seharusnya menjadi ruang refleksi bagi penyelenggara negara untuk kembali berpihak pada kepentingan rakyat.
“Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE bagi seluruh umat Buddha di Indonesia dan dunia. Semoga cahaya Dharma mengingatkan kita semua untuk menjalankan amanah dengan bijaksana dan berpihak pada keadilan,” katanya.
Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha: kelahiran di Taman Lumbini, pencapaian pencerahan di bawah pohon Bodhi, dan wafat di Kusinara. Nilai kesederhanaan dan kedamaian batin yang diajarkan, menurut Sugianto, penting untuk meredam politik transaksional dan arogansi kekuasaan.
Kementerian Agama RI telah menetapkan rangkaian kegiatan Waisak Nasional 2026. Pengambilan Api Dharma akan dilakukan di Mrapen, Grobogan pada 29 Mei 2026, disusul pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit pada 30 Mei 2026.
Detik-detik Waisak berlangsung pada 31 Mei 2026 pukul 15.44 WIB, dan ditutup dengan Festival Lampion pada malam harinya. Perayaan nasional di Candi Borobudur biasanya diikuti ribuan umat Buddha dari dalam dan luar negeri.
“Sebagai kader PDI Perjuangan di DPRD Banten, kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. Jangan biarkan demokrasi dibajak oleh kepentingan segelintir orang. Indonesia harus tetap damai, bersatu, dan berdaulat dalam keberagaman,” tutup Sugianto.










