Sumbawa Besar — Ketua Umum Komando Rakyat Anti Korupsi (KORAK), Zaifullah, mengaku miris melihat perkembangan desa kelahirannya, Desa Boak, Kecamatan Untir Iwis, Kabupaten Sumbawa.
Hal tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait dugaan minimnya transparansi pengelolaan dana desa, tidak berjalannya BUMDes, hingga ketimpangan pembangunan antar dusun di desa tersebut.
“Saya sedih melihat kondisi desa kelahiran saya sendiri. Sampai hari ini masih banyak masyarakat yang mengeluhkan ketimpangan pembangunan dan kurangnya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran desa,” ujar Zaifullah kepada media ini.
Ia menilai pembangunan di Desa Boak belum dirasakan secara merata oleh masyarakat. Menurutnya, beberapa fasilitas desa juga terlihat kurang mendapatkan perhatian dalam hal perawatan.Tak hanya itu, Zaifullah juga menyoroti keberadaan jembatan gantung yang disebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat tanpa adanya sentuhan serius dari pemerintah desa.
“Ketika masyarakat harus membangun aksesnya sendiri, itu menandakan ada persoalan yang perlu dievaluasi bersama,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, ia turut menyinggung keluhan warga terkait pengelolaan BUMDes yang dinilai tidak berjalan maksimal dan manfaatnya belum dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebagai organisasi yang bergerak dalam pengawasan sosial dan isu antikorupsi, KORAK meminta agar pengelolaan anggaran desa dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Kami tidak ingin ada praduga yang liar. Karena itu, transparansi menjadi penting agar masyarakat tahu ke mana arah pembangunan dan penggunaan anggaran desa,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat memberikan perhatian terhadap berbagai aspirasi masyarakat Desa Boak agar pembangunan desa berjalan lebih adil, merata, dan tepat sasaran.
Di akhir pernyataannya, Zaifullah mendesak Kejaksaan Negeri Sumbawa untuk turun melakukan penelusuran terhadap berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat Desa Boak.“
Kami mendesak Kejari Sumbawa agar turun melakukan pemeriksaan dan penelusuran sehingga persoalan ini terang-benderang dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.












