• Latest
  • Trending
  • All

Malfungsi Negara di Tembagapura: Membedah Nekropolitik, Ekosida, dan Jerat Solusi PalsuOleh: Louis Fernando Afeanpah

Mei 15, 2026
NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

Juni 8, 2026

Haul Akbar Syeikh Yusuf dan Syeikh Samman Satukan Ulama dan Umara di Maros

Juni 8, 2026

Marhaenisme Bung Karno: Obat Rakyat Kecil Lawan Ketimpangan & Hoax di Era Digital

Juni 7, 2026

Soekarno: Titik Koordinat Bangsa yang, Menyatukan Seluruh Ideologi demi Satu Tujuan — Indonesia Merdeka

Juni 7, 2026

Rupiah Melemah, Dapur Desa Tertekan: Anatomi Krisis Pangan di Ujung Rantai Pasok

Juni 7, 2026

“Mantan Ketua Pokja Adat MRPB ingatkan UU Otsus Papua. Tiga Raperdasus inisiatif DPR Papua Barat Daya wajib dapat persetujuan Majelis Rakyat Papua Barat Daya sebelum disahkan”.

Juni 7, 2026

Senator asal Papua Barat Daya dorong Prabowo evaluasi kabinet ekonomi. Sri Mulyani disebut sebagai opsi pengganti Purbaya untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperluas kerja sama global

Juni 7, 2026

DPP GMNI Kawal Perjuangan Guru Jawa Timur, Tuntut Pencairan Tambahan 100% TPG

Juni 7, 2026

Perpisahan PAUD Paruak Sejawa: Partisipasi Semesta Desa Baodesa

Juni 7, 2026
Torehkan Prestasi, INISIATOR Apresiasi Kejati Sumsel Berantas Korupsi

Torehkan Prestasi, INISIATOR Apresiasi Kejati Sumsel Berantas Korupsi

Juni 7, 2026

Gerakan Nyata di Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Satu Langkah untuk Iklim, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting

Juni 5, 2026

DAD MIMIKA: ASPIRASI KE FREEPORT BOLEH SAJA, NAMUN MASYARAKAT ORANG PAPUA ASLI ( OPA) JANGAN TERPENGARUH “PENUMPANG GELAP”

Juni 5, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Malfungsi Negara di Tembagapura: Membedah Nekropolitik, Ekosida, dan Jerat Solusi PalsuOleh: Louis Fernando Afeanpah

in Uncategorized
0
26
SHARES
293
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Komitmen negara dalam melindungi warga sipil di wilayah konflik kembali berada pada titik nadir. Di tengah ambisi besar menjaga stabilitas ekonomi nasional dan pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas), sebuah tragedi kemanusiaan meledak di jantung Mimika. Kematian Nalince Wamang, remaja berusia 17 tahun yang baru saja menggenggam ijazah kelulusannya, pada 7 Mei lalu di Tembagapura, bukan sekadar statistik kriminalitas. Ia adalah tamparan bagi akal sehat sekaligus bukti kegagalan sistemik perlindungan nyawa di zona yang diklaim sebagai kawasan pengamanan paling ketat di republik ini.

Anatomi Nekropolitik: Mile 69-71 dan Impunitas

RelatedPosts

Marhaenisme Bung Karno: Obat Rakyat Kecil Lawan Ketimpangan & Hoax di Era Digital

Soekarno: Titik Koordinat Bangsa yang, Menyatukan Seluruh Ideologi demi Satu Tujuan — Indonesia Merdeka

Rupiah Melemah, Dapur Desa Tertekan: Anatomi Krisis Pangan di Ujung Rantai Pasok

Secara akademis, tragedi ini adalah potret telanjang dari “Nekropolitik” (Achille Mbembe) kekuasaan yang digunakan bukan untuk merawat kehidupan, melainkan menentukan siapa yang boleh hidup dan siapa yang harus mati demi kelancaran sirkulasi modal. Mile 69-71 bukanlah hutan belantara yang menyesatkan pandangan; ia adalah ruang terbuka yang terpantau teknologi modern 24 jam. Kegagalan membedakan target sipil di ruang terbuka seperti ini menunjukkan adanya malpraktik serius dalam manajemen keamanan Obvitnas.

Negara tidak boleh memprivatisasi keadilan melalui permohonan maaf institusi semata. Kami mendesak pembentukan Tim Investigasi Independen yang melibatkan Komnas HAM dan akademisi hukum. Tanpa transparansi, kita sedang membiarkan hukum rimba bekerja di bawah bayang-bayang menara emas Tembagapura.

Paradoks Geografis: Ambisi Lahan vs Pengabaian Manusia

Mari kita benturkan angka yang menyesakkan dada. Saat duka menyelimuti Tembagapura, negara sibuk memetakan 2,5 juta hektar (25.000 km²) lahan di Merauke untuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebagai pembanding, luas seluruh Kabupaten Mimika hanya 21.693 km². Negara tampak begitu presisi dan bernafsu memetakan jutaan hektar lahan untuk ekstraksi, namun terlihat “buta” secara spasial dalam melindungi satu nyawa di koridor sempit Tembagapura yang luasnya tak sampai sepersen dari konsesi tersebut.

“Negara tampak begitu hebat mengelola lahan, namun begitu kerdil dalam menghargai manusia. Kita sedang mewariskan tanah yang rusak dan memori yang berdarah kepada generasi mendatang.”

Krisis Capitalogenic dan Bibit Ekosida

Merujuk pada catatan kritis WALHI, apa yang terjadi di Papua adalah manifestasi dari “Solusi Palsu” terhadap krisis global. Proyek raksasa di Merauke bukan sekadar deforestasi, melainkan bibit Ekosida penghancuran ruang hidup yang memaksa manusia di dalamnya kehilangan identitas dan kedaulatan. Kebijakan ini adalah bentuk pengulangan kesalahan yang sama saat pemerintah gagal mengurus kualitas udara di kota-kota besar. Polanya serupa: eksploitasi dibalut narasi pembangunan, namun meninggalkan polusi ekologis dan sosial.

Gugatan Imago Dei dan Keadilan Antar-Generasi

Secara teologis, penembakan terhadap Nalince Wamang adalah penistaan terhadap citra ilahi (Imago Dei). Nalince adalah representasi masa depan Papua yang dikubur sebelum sempat berkembang. Jika setiap kelulusan sekolah harus dibayar dengan ketakutan akan pesta mesiu, lantas untuk siapa pembangunan jutaan hektar itu ditujukan? Dalam teologi Kristen, rekonsiliasi sejati tidak pernah berdiri tanpa keadilan (iustitia). Darah yang tertumpah di tebing Tembagapura adalah darah yang berseru-seru menuntut keadilan di hadapan Sang Khalik.

Penutup: Melawan Amnesia Kolektif

Jangan tawarkan kami ‘Solusi Palsu’ transisi energi jika nyawa kami masih dianggap lebih murah dari sebutir peluru. DPRK Mimika dan seluruh elemen sipil harus berdiri tegak sebagai ‘rem’ bagi keserakahan modal. Keadilan harus ditegakkan, walau langit akan runtuh (Fiat Justitia Ruat Caelum).

Louis Fernando Afeanpah
Ketua Cabang GMKI Timika

Ut Omnes Unum Sint.

Share10SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1
NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

Juni 8, 2026

Haul Akbar Syeikh Yusuf dan Syeikh Samman Satukan Ulama dan Umara di Maros

Juni 8, 2026

Marhaenisme Bung Karno: Obat Rakyat Kecil Lawan Ketimpangan & Hoax di Era Digital

Juni 7, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In