Ketua DPW IMORI NTB, Muchammad Akhsan (dok/ist.)
Mataram, Siasat ID – Menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat (Porprov NTB) 2026 yang dijadwalkan berlangsung Juli mendatang, Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia Nusa Tenggara Barat (DPW IMORI NTB) menilai bahwa ajang olahraga daerah ini perlu menjadi perhatian bersama. Hal tersebut menyangkut kesiapan teknis, tata kelola pelaksanaan, serta arah pembinaan olahraga di NTB.
DPW IMORI NTB menyatakan bahwa Porprov bukan sekadar agenda tahunan yang mempertemukan kontingen dari seluruh kabupaten/kota, tetapi juga harus mengedepankan kualitas manajemen, kesiapan fasilitas, mekanisme pembinaan atlet, hingga efektivitas koordinasi antar lembaga olahraga daerah.
Ketua DPW IMORI NTB, Muchammad Akhsan Saputra, mengungkapkan bahwa kondisi olahraga di NTB saat ini masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar. Mulai dari ketimpangan fasilitas antar daerah, belum meratanya pembinaan atlet usia muda, keterbatasan dukungan anggaran pada beberapa cabang olahraga, hingga lemahnya kesinambungan program pasca-kejuaraan.
“Situasi ini penting dievaluasi dalam momentum Porprov, karena kompetisi daerah seharusnya menjadi bagian dari sistem pembinaan jangka panjang, bukan sekadar seremonial,” ujarnya, Rabu (14/5/2026).
Lebih lanjut, Muchammad Akhsan Saputra menekankan bahwa pelaksanaan Porprov 2026 juga harus dilihat dalam konteks kesiapan NTB menghadapi agenda nasional, yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di mana NTB akan bertindak sebagai tuan rumah. Oleh karena itu, aspek transparansi, profesionalitas, validitas data atlet, kualitas perangkat pertandingan, hingga standar fasilitas perlu diperhatikan serius oleh seluruh pihak.
“Kita jadikan Porprov ini sebagai persiapan dan cerminan untuk menyukseskan PON 2028 di NTB,” tegasnya.
DPW IMORI NTB juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap proses pertandingan guna meminimalisasi potensi persoalan nonteknis yang dapat memengaruhi kualitas kompetisi. Stabilitas jadwal, distribusi sarana, hingga pelayanan terhadap atlet dan ofisial menjadi penentu kredibilitas penyelenggaraan Porprov. Tidak hanya itu, momentum PON 2028 juga dinilai sebagai peluang untuk menumbuhkan perkembangan olahraga NTB sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat.
“Event olahraga baik tingkat daerah maupun nasional harus menjadi agenda yang mampu menjadikan NTB sebagai daerah yang diperhitungkan, khususnya di bidang olahraga,” tambahnya.
Di sisi lain, DPW IMORI NTB menilai partisipasi masyarakat dan akademisi tetap memiliki peran penting dalam menjaga situasi kondusif selama kompetisi berlangsung Karena melibatkan berbagai daerah, pendekatan yang mengedepankan sportivitas dan ketertiban diperlukan untuk menghindari konflik maupun rivalitas berlebihan.
Melalui pelaksanaan Porprov NTB 2026, DPW IMORI NTB menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem olahraga daerah, baik dari aspek pembinaan, tata kelola organisasi, maupun distribusi dukungan terhadap cabang olahraga di setiap kabupaten/kota. Dengan demikian, Porprov tidak hanya menjadi agenda kompetisi, tetapi juga ruang evaluasi riil kondisi olahraga di Nusa Tenggara Barat saat ini.












