• Latest
  • Trending
  • All

Kritik Atas Operasi Keamanan di Papua dan Matinya Nalar Kemanusiaan dalam Kalkulasi Politik

Mei 11, 2026
NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

Juni 8, 2026

Haul Akbar Syeikh Yusuf dan Syeikh Samman Satukan Ulama dan Umara di Maros

Juni 8, 2026

Marhaenisme Bung Karno: Obat Rakyat Kecil Lawan Ketimpangan & Hoax di Era Digital

Juni 7, 2026

Soekarno: Titik Koordinat Bangsa yang, Menyatukan Seluruh Ideologi demi Satu Tujuan — Indonesia Merdeka

Juni 7, 2026

Rupiah Melemah, Dapur Desa Tertekan: Anatomi Krisis Pangan di Ujung Rantai Pasok

Juni 7, 2026

“Mantan Ketua Pokja Adat MRPB ingatkan UU Otsus Papua. Tiga Raperdasus inisiatif DPR Papua Barat Daya wajib dapat persetujuan Majelis Rakyat Papua Barat Daya sebelum disahkan”.

Juni 7, 2026

Senator asal Papua Barat Daya dorong Prabowo evaluasi kabinet ekonomi. Sri Mulyani disebut sebagai opsi pengganti Purbaya untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperluas kerja sama global

Juni 7, 2026

DPP GMNI Kawal Perjuangan Guru Jawa Timur, Tuntut Pencairan Tambahan 100% TPG

Juni 7, 2026

Perpisahan PAUD Paruak Sejawa: Partisipasi Semesta Desa Baodesa

Juni 7, 2026
Torehkan Prestasi, INISIATOR Apresiasi Kejati Sumsel Berantas Korupsi

Torehkan Prestasi, INISIATOR Apresiasi Kejati Sumsel Berantas Korupsi

Juni 7, 2026

Gerakan Nyata di Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Satu Langkah untuk Iklim, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting

Juni 5, 2026

DAD MIMIKA: ASPIRASI KE FREEPORT BOLEH SAJA, NAMUN MASYARAKAT ORANG PAPUA ASLI ( OPA) JANGAN TERPENGARUH “PENUMPANG GELAP”

Juni 5, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Kritik Atas Operasi Keamanan di Papua dan Matinya Nalar Kemanusiaan dalam Kalkulasi Politik

in Uncategorized
0
31
SHARES
342
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Dehumanisasi dalam Labirin Kebijakan dan Kedangkalan Dialektika Negara

Oleh: Louis Fernando Afeanpah – Ketua GMKI Timika

RelatedPosts

Marhaenisme Bung Karno: Obat Rakyat Kecil Lawan Ketimpangan & Hoax di Era Digital

Soekarno: Titik Koordinat Bangsa yang, Menyatukan Seluruh Ideologi demi Satu Tujuan — Indonesia Merdeka

Rupiah Melemah, Dapur Desa Tertekan: Anatomi Krisis Pangan di Ujung Rantai Pasok

Tragedi berdarah di Kali Kabur, Tembagapura, yang merenggut nyawa anak-anak dan warga sipil, bukanlah peristiwa yang lahir dari ruang hampa. Ini bukan pertama kalinya darah tumpah di Papua Tengah; ini adalah repetisi tragis dari sebuah pola kekerasan yang terus berulang tanpa evaluasi substansial. Secara teknokratis, ini adalah bukti kebangkrutan manajerial dalam arsitektur keamanan nasional. Secara filosofis-Hegelian, kita sedang menyaksikan negara yang terjangkit “Kesadaran yang Tidak Bahagia” (Unhappy Consciousness); sebuah entitas yang hadir melalui monolog kekerasan, namun absen total dalam memberikan kepastian eksistensial bagi rakyatnya sendiri.

Kegagalan Arsitektur Operasi: Dialektika yang Terputus

Rentetan peristiwa penembakan hingga evakuasi ratusan warga menunjukkan adanya diskoneksi fatal antara desain operasi di Jakarta dengan realitas sosiologis di Papua. Dalam logika Hegel, negara adalah pengejawantahan dari kehendak rasional kolektif. Namun, ketika moncong senjata menjadi instrumen tunggal dalam “menertibkan” wilayah tanpa mitigasi presisi terhadap keselamatan warga sipil, negara sedang mengalami kontradiksi internal yang akut.

Negara terjebak dalam Master-Slave Dialectic (Dialektika Tuan-Hamba). Negara (Tuan) mendefinisikan stabilitas hanya melalui penguasaan ruang dan hegemoni senjata, sementara warga (Hamba) direduksi menjadi variabel sampingan yang boleh dikorbankan demi “tujuan strategis” yang abstrak. Legitimasi keamanan tidak diukur dari berapa banyak musuh yang dilumpuhkan, melainkan dari berapa banyak nyawa warga sipil yang berhasil dilindungi. Setiap peluru yang menyasar warga adalah malpraktik negara yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum, bukan sekadar dimaafkan melalui santunan.

Reduksionisme Nyawa: Ketika Keselamatan Harus Mengantre di Meja Politik

Adalah sebuah tragedi intelektual sekaligus moral ketika otoritas negara dalam hal ini pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan bahwa penyelesaian konflik Papua membutuhkan “Keputusan Politik Nasional”. Muncul sebuah sesat pikir (logical fallacy) yang sangat berbahaya di sini: Menempatkan hak untuk hidup di bawah supremasi birokrasi politik.

Dalam perspektif teknokratis, ini adalah policy paralysis kelumpuhan kebijakan yang berlindung di balik tameng administratif. Pernyataan ini seolah melegitimasi bahwa selama konsensus di Jakarta belum tercapai, maka darah di Papua boleh terus tumpah dan keselamatan nyawa manusia boleh ditunda. Kita harus menggugat dengan keras: sejak kapan perlindungan nyawa manusia harus menunggu validasi dan ketukan palu para elit di pusat?

Hak asasi manusia adalah self-evident truth (kebenaran apriori). Ia tidak memerlukan izin dari birokrasi mana pun untuk ditegakkan. Menunda perlindungan nyawa atas nama “prosedur politik” adalah bentuk kejahatan administratif yang dilakukan di atas tumpukan peti mati warga sipil.

Kemanusiaan sebagai Hukum Tertinggi

Kita memerlukan paradigm shift (pergeseran paradigma) yang radikal. Papua bukan laboratorium keamanan atau ruang uji coba alutsista. Papua adalah ruang hidup di mana martabat manusia harus menjadi hukum tertinggi (Salus populi suprema lex esto).

  1. Audit Teknokratis SOP: Pemerintah wajib melakukan evaluasi total terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan senjata api di wilayah pemukiman.
  2. Akuntabilitas Transparan: Hentikan normalisasi kematian melalui uang duka. Akuntabilitas hukum harus ditegakkan secara terbuka terhadap setiap pelanggaran.
  3. Politik Pengakuan (Recognition): Sintesis akhir dari konflik ini adalah pengakuan bahwa rakyat Papua adalah subjek sejarah yang berdaulat atas hidupnya, bukan sekadar objek kebijakan yang dingin.

Tragedi Kali Kabur adalah lonceng kematian bagi akal sehat jika kita terus membiarkan nyawa manusia dikalkulasi dalam rumus politik yang beku. Negara jangan lagi bersembunyi di balik labirin prosedur saat nyawa anak-anak Papua menjadi taruhannya. Keselamatan nyawa tidak boleh dan tidak pernah boleh menunggu keputusan politik.

Ut Omnes Unum Sint.

Share12SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1
NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

NGO Desak Kapolda NTB Perintahkan Penahanan Adik Mantan Gubernur

Juni 8, 2026

Haul Akbar Syeikh Yusuf dan Syeikh Samman Satukan Ulama dan Umara di Maros

Juni 8, 2026

Marhaenisme Bung Karno: Obat Rakyat Kecil Lawan Ketimpangan & Hoax di Era Digital

Juni 7, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In