• Latest
  • Trending
  • All

Kepala Seksi Kerusakan Lingkungan, DLH Luncurkan Sistem “Papa Berseri”, Dorong Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat

Maret 2, 2026

Aliansi Peduli Pegusaha OAP: Pangan Lokal (KELADI, SINGKONG, SAGU) Harus Jadi Menu MBG

Maret 16, 2026

Pengangkatan DPRK Jalur Otsus Jayawijaya Diminta Sesuai Hasil Pansel, Forum Pribumi KNPI Siap Turun Aksi

Maret 15, 2026

“Ketua PA Alumni GMNI Mimika Justin Homer: Jika Tak Lindungi Hak OAP, MRP Lebih Baik Dievaluasi!”

Maret 15, 2026

MEMBEDAH PARADOKS KWAMKI NARAMA Antara Inersia Birokrasi dan Mandat Konstitusional Otsus

Maret 14, 2026

KNPI dan IPKN Gelar Buka Puasa Bersama serta Dialog Interaktif di Kwamki Narama

Maret 14, 2026
Ketua Bidang Kemaritiman DPP GMNI Buka Konfercab GMNI Lombok Timur

Ketua Bidang Kemaritiman DPP GMNI Buka Konfercab GMNI Lombok Timur

Maret 13, 2026
GMNI Lombok Timur Gelar Konferensi Cabang, Hamran: Harap Lahir Pemimpin yang Naik Kelas

GMNI Lombok Timur Gelar Konferensi Cabang, Hamran: Harap Lahir Pemimpin yang Naik Kelas

Maret 13, 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Bulog Serap Ribuan Kilogram Gabah Petani Pragaan

Dukung Ketahanan Pangan, Bulog Serap Ribuan Kilogram Gabah Petani Pragaan

Maret 13, 2026
Pimpinan DPR Sahkan RUU PPRT Menjadi RUU Inisiatif DPR

Pimpinan DPR Sahkan RUU PPRT Menjadi RUU Inisiatif DPR

Maret 12, 2026

Dominasi Non-OAP di Jabatan Strategis Picu Kritik: Otonomi Khusus Papua Dianggap Melenceng

Maret 12, 2026

Suara dari KNPI: Kembalikan Fungsi Keamanan Organik, Hentikan Mobilisasi non Organik.

Maret 12, 2026

Papua Tengah Bergejolak, Aktivis GMNI Desak Evaluasi MRP dan Audit Dana Negara

Maret 12, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, Maret 16, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Kepala Seksi Kerusakan Lingkungan, DLH Luncurkan Sistem “Papa Berseri”, Dorong Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat

in Uncategorized
0
31
SHARES
343
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Timika, Senin, 2 Maret 2026 – Algertho R. Asmuruf, ST., MT., selaku Kepala Seksi Kerusakan Lingkungan, menyampaikan perkembangan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diberi nama sistem “Papa Berseri”. Program ini menjadi strategi Pemerintah Daerah dalam menangani persoalan sampah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Program Papa Berseri merupakan sistem pengolahan sampah berbasis lingkungan masyarakat yang mengedepankan pemilahan sejak dari sumbernya. “Papa Berseri” adalah singkatan dari Pilah, Angkut, Pengolahan, Proses Akhir menuju Mimika rumah kita bersih, sehat, rindang, dan indah.
Program ini mengintegrasikan pemilahan sampah rumah tangga, pengangkutan terpilah, pengolahan di rumah kompos dan pusat daur ulang, hingga proses akhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk residu sekitar 10 persen.

RelatedPosts

Aliansi Peduli Pegusaha OAP: Pangan Lokal (KELADI, SINGKONG, SAGU) Harus Jadi Menu MBG

Pengangkatan DPRK Jalur Otsus Jayawijaya Diminta Sesuai Hasil Pansel, Forum Pribumi KNPI Siap Turun Aksi

“Ketua PA Alumni GMNI Mimika Justin Homer: Jika Tak Lindungi Hak OAP, MRP Lebih Baik Dievaluasi!”

Program ini dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Mimika, melibatkan masyarakat di tingkat kelurahan dan kampung, petugas kios sampah, serta Bank Sampah Induk sebagai mitra penampung hasil pengumpulan sampah bernilai ekonomis.

Tanggung jawab pengelolaan program diberikan kepada Algertho R. Asmuruf sejak tahun 2025. Implementasi kios sampah dimulai pada 2025 dan berlanjut pada 2026, dengan target pengembangan sistem tahap pertama hingga tahun 2030.

Program ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Mimika dengan target pembentukan kios sampah di 22 kelurahan/kampung. Hingga awal 2026, sembilan kios sampah telah siap beroperasi, sementara sisanya masih terkendala penyediaan lahan.

Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dari “membuang” menjadi “memilah dan mengolah”.
Menurut Reno panggilan akrabnya, pendekatan ini bertujuan menjadikan sampah sebagai sumber nilai ekonomi, bukan sekadar limbah. Selain aspek lingkungan, program ini juga mengandung nilai pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa langkah strategis:

  1. Pemilahan dari Sumber
    Masyarakat diedukasi untuk memilah sampah organik dan anorganik di rumah.
  2. Kios Sampah Berbasis Aplikasi Android yg bisa di download di play store tersebut dibentuk kios sampah di tingkat kelurahan/kampung. Masyarakat dapat menimbang sampah bernilai ekonomis seperti botol plastik, karton, kertas, dan botol oli bekas.
    Sistem ini terintegrasi dengan aplikasi “Kios Sampah” berbasis Android yang dapat diunduh melalui Play Store.
  3. Sistem Poin dan Insentif
    Sampah yang ditimbang akan dikonversi menjadi poin dalam aplikasi. Poin tersebut dapat ditukar dengan sembako seperti beras dan gula dan lain-lain.
  4. Skema Ekonomi Lokal
    Sampah plastik yang dikumpulkan di kios sampah akan dijual ke Bank Sampah Induk dengan harga sekitar Rp3.000 per kilogram. Kios sampah membeli dari masyarakat seharga Rp2.000 per kilogram, dengan selisih Rp1.000 sebagai biaya operasional petugas.
  5. Pengolahan Terpadu
    o Sampah organik → diolah menjadi kompos.
    o Sampah anorganik → didaur ulang menjadi paving block, batako, atau bahan bakar alternatif.
    o Residu ±10% → diproses di TPA.

Target Jangka Panjang
Pemerintah telah menyusun masterplan Pengelolaan Sampah 10 tahun.
• 2025–2030: Penguatan sistem hulu ke hilir dan pengurangan residu ke TPA.
• 2031: Masuk ke fase ekonomi sirkular sistem, di mana sampah menjadi bagian dari sistem industri yang berputar dan tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir.

Dalam keterangannya, Reno mengajak masyarakat untuk memulai langkah kecil dengan memilah sampah dari rumah. Ia menekankan bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan.
“Mari kita wujudkan Mimika sebagai rumah yang bersih, sehat, rindang, dan indah. Sampah jangan dibuang, tetapi dipilah dan diolah agar memberi nilai bagi kita sendiri,” ujarnya.

Share12SendShare
Redaksi Papua

Redaksi Papua

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

Ketua Dewan Adat Suku Abun SE Sorong Raya Kecam dan Ancam Tindak Tegas Oknum Pelecehan Adat Wofle

Februari 14, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Aliansi Peduli Pegusaha OAP: Pangan Lokal (KELADI, SINGKONG, SAGU) Harus Jadi Menu MBG

Maret 16, 2026

Pengangkatan DPRK Jalur Otsus Jayawijaya Diminta Sesuai Hasil Pansel, Forum Pribumi KNPI Siap Turun Aksi

Maret 15, 2026

“Ketua PA Alumni GMNI Mimika Justin Homer: Jika Tak Lindungi Hak OAP, MRP Lebih Baik Dievaluasi!”

Maret 15, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In