
Potowai Buru, Sabtu (28/02/2026)Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus Rico Kukuareyau, melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik guna membahas rencana pembangunan tahun anggaran mendatang.
Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik Mimika Barat Jauh untuk menyusun dan menyepakati prioritas pembangunan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus Rico Kukuareyau,S.STP ,serta dihadiri aparat distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, dan perwakilan pemuda.
Sabtu, 28 Februari 2026.
Bertempat di Potowai Buru, wilayah Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika.
Musrenbang dilaksanakan untuk menjaring aspirasi masyarakat serta menetapkan skala prioritas pembangunan yang sesuai kebutuhan riil masyarakat di wilayah pesisir Mimika Barat Jauh.
Kegiatan berlangsung melalui pemaparan program prioritas oleh pihak distrik, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penyampaian usulan dari masing-masing kampung. Seluruh masukan kemudian dirumuskan sebagai bahan rekomendasi untuk diusulkan pada Musrenbang tingkat kabupaten.
Dalam sambutannya, Kepala Distrik menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat agar pembangunan yang direncanakan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Dan mengaktifkan BUMDES
Musrenbang ini diharapkan menjadi wadah demokratis dalam merumuskan arah pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Distrik Mimika Barat Jauh.
Kepala Distrik Mimika Barat Jauh Tegaskan Pentingnya Menjaga Tanah Adat dan Cegah Konflik Tapal Batas
Potowai Buru, Sabtu (28/02/2026) Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus Rico Kukuareyau**, menegaskan komitmennya dalam menjaga persatuan masyarakat serta melindungi tanah adat dari potensi konflik, khususnya persoalan tapal batas seperti yang terjadi di wilayah Kapiraya.
Penegasan Kepala Distrik Mimika Barat Jauh kepada masyarakat agar menjaga tanah adat dan mencegah konflik tapal batas antarwilayah.
Disampaikan oleh Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus Rico Kukuareyau, kepada masyarakat, para kepala kampung, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan di wilayah Potowai Buru.
Sabtu, 28 Februari 2026, dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) distrik.
Di Potowai Buru, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika.
Penegasan ini disampaikan guna menghindari terjadinya konflik tapal batas seperti yang pernah terjadi di Kapiraya, serta menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan antar masyarakat adat.
Melalui sambutan resmi dalam forum Musrenbang, Kepala Distrik mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati batas wilayah adat, memperkuat komunikasi antar kampung, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan mekanisme adat yang berlaku.
Dalam pernyataannya, Kepala Distrik menekankan bahwa tanah adat merupakan identitas, harga diri, dan warisan leluhur yang harus dijaga bersama. Ia meminta seluruh kepala kampung, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan mencegah gesekan sosial di wilayah Mimika Barat Jauh.
Menurutnya, pembangunan yang baik hanya dapat berjalan apabila situasi keamanan dan persaudaraan antar masyarakat tetap terjaga dengan harmonis.








