
Pernyataan Sikap
Ketua Bidang Otonomi Khusus
GMNI Kabupaten Mimika
Timika, Saya, Markus Maita, anak adat Mimika dan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Mimika, dengan ini menyampaikan sikap kepada Bapak Bupati Mimika.
Bapak Bupati yang terhormat,
selama ini telah banyak perjanjian dan komitmen yang disampaikan terkait masa depan Kabupaten Mimika. Bapak juga secara terbuka menyatakan diri sebagai anak angkat masyarakat Mimika, lahir dan besar di Timika, serta bagian dari tanah ini.
Atas dasar itu, saya selaku Ketua Bidang Otonomi Khusus GMNI Mimika meminta secara tegas agar Bapak Bupati:
- Melihat secara jujur dan menyeluruh persoalan tanah adat di Mimika.
- Melindungi tanah dan hak hidup masyarakat adat Mimika Wee dari segala bentuk perampasan, manipulasi perizinan, dan kebijakan yang tidak melibatkan pemilik hak ulayat.
- Menjalankan amanat Otonomi Khusus Papua sebagai instrumen keadilan, bukan sekadar jargon politik.
Tanah Mimika bukan warisan kekuasaan, melainkan warisan leluhur yang wajib dijaga untuk generasi hari ini dan masa depan. Pembangunan yang mengabaikan masyarakat adat adalah bentuk pengingkaran terhadap sejarah dan jati diri Mimika.
GMNI Mimika akan terus berdiri bersama rakyat, menjaga nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan nasionalisme yang berakar pada Pancasila.
Tanah Mimika Wee bukan untuk dijual,
tetapi untuk dilindungi.
Timika,
Hormat saya
Markus Maita
Ketua Bidang Otonomi Khusus
DPC GMNI Kabupaten








