• Latest
  • Trending
  • All
Perempuan, Arsip, dan Kuasa Pengetahuan: Membaca Perjuangan Dewi Ratna Muchlisa dalam Episteme Bima Modern

Perempuan, Arsip, dan Kuasa Pengetahuan: Membaca Perjuangan Dewi Ratna Muchlisa dalam Episteme Bima Modern

Desember 13, 2025

DEWAN ADAT DAERAH MIMIKA PAPUA TENGAH PERSIAPKAN KONFERENSI WILAYAH MEEPAGO TAHUN 2026

April 15, 2026

Menuju Lomba Dayung, Pembersihan Kolam Nawaripi Masuki Tahap Akhir

April 15, 2026

“Kami Bukan Objek!” Aliansi OAP Semprot Keras Sosialisasi Perda UMKM Mimika

April 15, 2026

Motor Listrik dan Kaus Kaki disorot GMNI, Belanja Negara Dipertanyakan

April 14, 2026

“Pemerintah Kampung Nawaripi Wujudkan Peningkatan Pendidikan Anak Usia Dini, TK/PAUD Resmi Gunakan Gedung Baru”

April 14, 2026

Berkunjung ke Kadis PU Kepala Kampung Nawaripi Sampaikan BUMDes Nawaripi Terdaftar Kemenkumham, Bisa Ikut Tender Proyek

April 13, 2026

Kreativitas Persit Mimika Jadikan Batu Pyrite Papua, Aksesori Bernilai Tinggi

April 13, 2026

“Antara Data dan Derita: Jutaan Anak Belajar di Sekolah Rusak, Negara Diminta Bertindak”

April 12, 2026
‎Dies Natalis ke-72 GMNI, Teguhkan Semangat Gotong Royong dan Perjuangan Ideologis Bangsa

‎Dies Natalis ke-72 GMNI, Teguhkan Semangat Gotong Royong dan Perjuangan Ideologis Bangsa

April 11, 2026
DPP GMNI Gelar Bakti Sosial Ekologis di Cilegon, Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Ekonomi Kerakyatan

DPP GMNI Gelar Bakti Sosial Ekologis di Cilegon, Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Ekonomi Kerakyatan

April 11, 2026

Menolak Tunduk pada Instruksi Sesat Gub, Menjaga Harga diri Pansel dari Nafsu Politik.

April 10, 2026
UMKABA Gelar Job Fair, Perkuat Skema Kuliah Sambil Kerja bagi Lulusan SMA/SMK

UMKABA Gelar Job Fair, Perkuat Skema Kuliah Sambil Kerja bagi Lulusan SMA/SMK

April 10, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, April 15, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Nasional

Perempuan, Arsip, dan Kuasa Pengetahuan: Membaca Perjuangan Dewi Ratna Muchlisa dalam Episteme Bima Modern

in Nasional
0
Perempuan, Arsip, dan Kuasa Pengetahuan: Membaca Perjuangan Dewi Ratna Muchlisa dalam Episteme Bima Modern
34
SHARES
382
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

IPA BAHYA
Dosen Feminisme Universitas Hasanuddin

Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mencairkan batas antara fakta dan klaim, sejarah tidak lagi sekadar catatan masa lalu, melainkan medan kontestasi kuasa. Siapa yang berhak menafsirkan sejarah, dengan dasar apa, dan untuk kepentingan siapa, menjadi pertanyaan mendasar. Dalam konteks inilah perjuangan Dewi Ratna Muchlisa menemukan relevansinya yang paling tajam. Ia bukan hanya akademisi dan kurator Museum Samparaja, tetapi representasi dari perjuangan perempuan dalam merebut otoritas pengetahuan dan memulihkan martabat sejarah Bima melalui arsip dan metodologi ilmiah.

RelatedPosts

Pimpinan DPR Sahkan RUU PPRT Menjadi RUU Inisiatif DPR

Sudah 22 Tahun, Mengapa RUU PPRT Tak Juga Disahkan?: RDP Koalisi Masyarakat Sipil Bersama DPR RI

Sambut Hari Perempuan Sedunia, GMNI Konsisten Kawal Pengesahan RUU PPRT

Peran Dewi Ratna Muchlisa berdiri pada persimpangan yang tidak mudah: antara tradisi yang hidup di ruang sosial dan tuntutan modernitas yang mengharuskan segala klaim dapat diverifikasi. Sebagai dosen Universitas Nggusuwaru sekaligus penjaga naskah Kesultanan Bima, ia tidak menempatkan dirinya sebagai pelestari pasif. Sebaliknya, ia menjadikan museum sebagai laboratorium sejarah, ruang di mana tradisi diuji, bukan sekadar dirayakan. Langkah ini mengandung makna politis yang kuat, sebab ia menolak romantisasi sejarah tanpa bukti, sebuah praktik yang kerap melanggengkan distorsi dan klaim sepihak.

Dalam masyarakat yang masih menempatkan otoritas adat dan silsilah sebagai domain elite laki-laki, kehadiran Dewi Ratna Muchlisa menghadirkan pergeseran struktural. Perjuangannya adalah perjuangan epistemik: merebut hak perempuan untuk tidak hanya mewarisi sejarah, tetapi juga menentukan cara sejarah itu dibaca dan diakui. Ia menantang dominasi narasi lisan yang rentan dimanipulasi dengan menghadirkan bukti primer berupa naskah kuno, arsip diplomatik, dan kitab hukum adat seperti Bo’ Sangaji Kai. Dengan demikian, tradisi tidak lagi berdiri di atas keyakinan semata, melainkan di atas pertanggungjawaban ilmiah.

Gelar doktor yang diraihnya pada tahun 2025 bukan sekadar capaian akademik individual. Ia berfungsi sebagai legitimasi metodologis yang memperkuat posisi perempuan dalam medan debat sejarah yang sering kali eksklusif. Melalui publikasi ilmiah yang dapat diakses secara terbuka, Dewi Ratna Muchlisa menerjemahkan bahasa simbolik naskah kuno ke dalam kerangka analisis yang dapat diuji dan dikritisi. Inilah bentuk modernisasi tradisi yang sesungguhnya: bukan menghilangkan nilai lokal, melainkan memperkuatnya dengan perangkat ilmu pengetahuan modern.

Nilai strategis dari perjuangannya tampak jelas dalam advokasi selama dua dekade untuk pengusulan Sultan Muhammad Salahuddin sebagai Pahlawan Nasional. Upaya ini bukan sekadar proyek emosional berbasis kebanggaan lokal, melainkan kerja panjang yang bertumpu pada arsip dan dokumen sejarah. Naskah-naskah Kesultanan Bima dijadikan argumen hidup yang mampu menembus ruang birokrasi nasional. Di titik ini, Dewi Ratna Muchlisa berhasil mengubah sejarah lokal menjadi bagian dari narasi besar sejarah Indonesia, sebuah pencapaian yang menunjukkan bagaimana arsip dapat menjadi instrumen keadilan simbolik.

Ketegangan antara peran kurator dan juru bicara publik mencapai puncaknya ketika polemik silsilah mencuat ke ruang publik pada tahun 2022. Somasi terbuka yang dilayangkan oleh pihak eksternal tidak dihadapinya dengan retorika emosional atau adu klaim. Ia memilih jalur yang lebih sunyi namun mematikan: menghadirkan fakta sejarah berbasis naskah dan silsilah resmi yang tersimpan di museum. Respons ini menegaskan pergeseran penting dalam budaya debat publik, dari siapa yang paling lantang bersuara menjadi siapa yang paling kuat bukti historisnya.

Pada akhirnya, Dewi Ratna Muchlisa memperlihatkan bahwa perjuangan perempuan di abad ke-21 tidak selalu berbentuk demonstrasi atau slogan. Perjuangan itu bisa hadir dalam kerja arsip yang tekun, dalam membaca aksara tua, dan dalam keberanian menempatkan kebenaran di atas kenyamanan sosial. Ia adalah arsitek ingatan kolektif Bima, yang memastikan bahwa identitas dan sejarah masyarakatnya tidak tercerabut dari akar bukti primer.

Opini ini menegaskan satu hal penting: ketika perempuan menguasai arsip, mereka tidak hanya menjaga masa lalu, tetapi juga menentukan masa depan. Dalam diri Dewi Ratna Muchlisa, sejarah Bima tidak sekadar diingat, melainkan dipertahankan, diuji, dan dimaknai ulang dengan tanggung jawab ilmiah. Itulah bentuk paling konkret dari perjuangan perempuan dalam ranah pengetahuan—sunyi, konsisten, dan menentukan.

Tags: Feminisme
Share14SendShare
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

Rolling Jabatan di Mimika Dipertanyakan, GMNI: Dimana Keterlibatan OAP Dimana Hak Kesulungan Amungme, Kamoro, dan 5 Suku Kerabat

Maret 11, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

DEWAN ADAT DAERAH MIMIKA PAPUA TENGAH PERSIAPKAN KONFERENSI WILAYAH MEEPAGO TAHUN 2026

April 15, 2026

Menuju Lomba Dayung, Pembersihan Kolam Nawaripi Masuki Tahap Akhir

April 15, 2026

“Kami Bukan Objek!” Aliansi OAP Semprot Keras Sosialisasi Perda UMKM Mimika

April 15, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In