SUBANG, Siasat ID – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi (DPPM Kemdiktisaintek) tahun anggaran 2025, tim dosen USB YPKP menciptakan mesin parut semi-otomatis untuk UMKM olahan nanas di Desa Tambakmekar, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.
Nunung Sanusi, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), menjelaskan bahwa gagasan ini berawal dari diskusi dengan para pelaku UMKM, salah satunya Opie Khatimah. Mereka menemukan bahwa para ibu pelaku UMKM masih menggunakan alat parut keju yang sederhana dan kurang efisien untuk memarut nanas.
“Dari hasil diskusi tersebut, kami menawarkan solusi dengan menciptakan mesin parut semi-otomatis untuk membantu meringankan para pelaku UMKM. Mesin ini tidak menggunakan listrik sehingga tidak menambah beban biaya produksi,” jelas Nunung saat membuka pelatihan dan penyerahan hibah di Kantor Desa Tambakmekar pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Selain bantuan mesin parut, tim dosen USB YPKP juga memberikan solusi terkait masalah lain yang dihadapi UMKM. Mereka membantu mendesain ulang kemasan produk yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik. Tim juga berupaya mengoptimalkan penjualan produk di marketplace.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu sekaligus menguatkan para pelaku UMKM olahan nanas untuk terus bertahan. Untuk program selanjutnya, kami sedang menyusun program agar Desa Tambakmekar ini bisa menjadi sentra produk olahan nanas di tingkat kabupaten, bahkan provinsi,” tambah Nunung.
Opie Khatimah, salah satu pemilik UMKM olahan nanas yang hadir dalam pelatihan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas program tersebut. Ia merasa program dari USB YPKP ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan baru, tetapi juga bantuan nyata berupa mesin parut dan kemasan.

“Kegiatan ini berbeda dengan yang pernah saya ikuti. Dosen-dosennya tidak hanya datang sekali, tetapi beberapa kali, bahkan sampai memberikan bantuan. Semoga ke depannya masih ada kegiatan seperti ini lagi,” ungkap Opie.
Senada dengan itu, Kepala Desa Tambakmekar, Dede Ruhendi, menyampaikan rasa syukurnya karena desanya terpilih sebagai lokasi pengabdian masyarakat. “Kolaborasi ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pada tiga kategori: penguatan Pokdarwis, pembinaan UMKM dodol nanas, dan penataan perpustakaan desa,” ujarnya.
Direktur LPPM USB YPKP, Nenny Hendajany, menambahkan bahwa pada tahun 2025, USB YPKP mendapatkan hibah dari Kemdiktisaintek untuk delapan tim, yang terdiri dari satu tim penelitian dan tujuh tim PKM. Tiga dari tujuh tim PKM tersebut berlokasi di Desa Tambakmekar.
“Sesuai arahan Pak Menteri Diktisaintek, seluruh kegiatan penelitian dan PKM harus benar-benar berdampak nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Nenny.








