• Latest
  • Trending
  • All
Angkringan Abang Kaka: Dari Mahasiswa Mesin Menuju Penggerak Ekonomi Pinggiran

Angkringan Abang Kaka: Dari Mahasiswa Mesin Menuju Penggerak Ekonomi Pinggiran

Juli 29, 2025

Jelang Idul Fitri, Toko Miras di Mimika Masih Bebas Beroperasi: Keseriusan Pemda dan Aparat Dipertanyakan

Maret 6, 2026
Sudah 22 Tahun, Mengapa RUU PPRT Tak Juga Disahkan?: RDP Koalisi Masyarakat Sipil Bersama DPR RI

Sudah 22 Tahun, Mengapa RUU PPRT Tak Juga Disahkan?: RDP Koalisi Masyarakat Sipil Bersama DPR RI

Maret 6, 2026

Oknum Pengusaha di Desa Labuhan Alas Diduga Serobot Lahan Milik Daerah, Lembaga FPPK Minta Inspektorat dan Kabag Aset Pemda Sumbawa Segera Turun Kroscek

Maret 4, 2026

DPC GMNI Merauke Tegaskan Sikap, Desak DPD GMNI Tanah Papua Segera Gelar Konferda

Maret 4, 2026

Musrenbang Kampung Hiripau 2026 Berjalan Lancar, Lima Usulan Prioritas Jadi Fokus Pembangunan

Maret 3, 2026

GMNI Desak Prabowo Subianto Keluar dari Board of Peace, Soroti Inkonsistensi AS–Israel di Tengah Konflik Iran

Maret 2, 2026

Koordinator Penyelesaian Kasus Ajak Intelektual Abun Jaga Persatuan dalam Isu Pelecehan Adat Woun/Wofle

Maret 2, 2026

DUKUNG SENATOR PAUL FINSEN MAYOR DALAM MEMPERJUANGKAN ASPIRASI RAKYAT PAPUA

Maret 2, 2026

Kepala Seksi Kerusakan Lingkungan, DLH Luncurkan Sistem “Papa Berseri”, Dorong Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat

Maret 2, 2026
Kabid Hukum DPP GMNI Desak Polri Usut Tuntas Dugaan Kekerasan Oknum Polisi yang Menyebabkan Kematian Pelajar di Tual

Kabid Hukum DPP GMNI Desak Polri Usut Tuntas Dugaan Kekerasan Oknum Polisi yang Menyebabkan Kematian Pelajar di Tual

Maret 1, 2026

Pemerintah Distrik Wania Dukung Peningkatan SDM Kamoro melalui Pelatihan Welder di LPK Merah Putih Nawaripi

Februari 28, 2026

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh Gelar Musrenbang 2026 di Potowai Buru

Februari 28, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, Maret 7, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Angkringan Abang Kaka: Dari Mahasiswa Mesin Menuju Penggerak Ekonomi Pinggiran

in Ekonomi Bisnis, Nusantara
0
Angkringan Abang Kaka: Dari Mahasiswa Mesin Menuju Penggerak Ekonomi Pinggiran
39
SHARES
438
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh : Firda Yunita (221009074), Putri Maharani(221009099), Anggita P Aryani (221009060), dan Nuraini (221009068), (Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teknologi Sumbawa)

Dosen Pengampu : Abdul Salam, S.E., M.M

RelatedPosts

Oknum Pengusaha di Desa Labuhan Alas Diduga Serobot Lahan Milik Daerah, Lembaga FPPK Minta Inspektorat dan Kabag Aset Pemda Sumbawa Segera Turun Kroscek

DPP FPPK Pulau Sumbawa Minta Diskoprindag dan APH Sidak Lapangan Tertibkan KSP Ilegal

BPP Pasongsongan Dukung Kerja Sama Yayasan Internasional Belanda dan Keraton Langit Corporation untuk Perkuat Ekonomi Petani

Sumbawa, NTB – Saat senja mulai turun di jembatan Samota, aroma khas nasi bakar dan sate usus mulai meruap ke udara. Beberapa anak muda duduk santai di bangku kayu, menikmati secangkir kopi panas sambil bercengkerama. Di balik suasana hangat itu, berdirilah sosok pemuda penuh semangat yakni Rendi Landri, mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Rekayasa Sistem Universitas Teknologi Sumbawa angkatan 2021, yang kini dikenal sebagai pemilik Angkringan Abang Kaka.
Buka setiap sore mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WITA, usaha kecil ini bukan sekadar tempat makan. Ia menjadi simbol ketekunan, inovasi, dan keberanian anak muda untuk ikut menyokong roda ekonomi lokal dari titik terkecil.
Awalnya, Rendi tidak pernah berpikir untuk membuka usaha angkringan sederhana ini dan memiliki keinginan untuk berjualan gorengan dengan target mahasiswa. Kemudian usaha tersebut dimulai tanpa rencana atau konsep usaha yang jelas. Namun Rendi memiliki prinsip bahwa ketika membuka usaha bahwa seseorang harus siap menerima kerugian dan tidak semua usaha ramai.
“Saya berfikir ingin menjadi agen perubahan, dan mencoba mencetak lapangan pekerjaan. Dan kita sebagai mahasiswa menjadi pendorong perekonomian dan memberi pemahaman kepada penjual-penjual kecil ,” ujar Rendi.

Dalam waktu singkat, pelanggan mulai berdatangan. Tidak hanya mahasiswa, tapi juga pekerja sekitar, pedagang, dan beberapa pengunjung di jembatan samota. Menu andalannya sederhana namun mengena di lidah, seperti nasi lemak, sate-satean bacem, nasi bakar, es teh, dan kopi. Harga yang terjangkau menjadi nilai tambah di tengah kondisi ekonomi yang masih serba hemat bagi banyak orang.
Cerita Rendi memperkuat fakta bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, lebih dari 64 juta unit UMKM menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dan menyerap 97% dari total tenaga kerja di Indonesia. Dalam skala kecil seperti Angkringan Abang Kaka, kontribusi itu terlihat nyata seperti menciptakan lapangan kerja kecil, mendistribusikan uang ke supplier bahan makanan lokal, dan memberi akses makanan terjangkau bagi masyarakat sekitar.
“Sesuatu yang belum kita coba pasti kita tidak akan tahu,” ujar Rendi sambil merapikan menu ankringan di atas meja.
Berbeda dengan teori bisnis di kelas, Rendi belajar langsung dari pengalaman bagaimana menarik dan melayani pelanggan, mengatur stok makanan, mengelola uang, hingga beradaptasi dengan berbagai perubahan dalam usaha yang dirasakan olehnya.
Rendi juga mulai memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan angkringannya. Ia membuat akun Instagram dan mengunggah foto serta video sederhana, namun autentik. Hal tersebut menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memulai. Dengan modal keberanian dan ketekunan, siapa pun bisa menggerakkan ekonomi dari titik nol. Ia tidak menunggu peluang datang dari luar, tapi menciptakannya sendiri dari apa yang ada di sekelilingnya.
Kini, Rendi tidak hanya berdagang. Ia juga menjadi inspirasi bagi teman-temannya, bahkan adik-adik tingkat di kampus. Beberapa sudah mulai bertanya bagaimana cara memulai usaha kecil, dan Rendi dengan senang hati berbagi pengalamannya.
“Pelajari pelajaran yang mengajarimu konsisten dengan satu hal yang kamu jalani, tidak masalah kamu belajar tentang semua hal karena suatu saat kamu akan menjalani salah satunya” ujar Rendi.
Dengan semangat seperti itu, Angkringan Abang Kaka bukan sekadar bisnis makanan. Ia menjadi wadah bagi pembelajaran, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi mikro yang sejati. Kisah Rendi membuktikan bahwa anak muda bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tapi juga penggeraknya. Dan semua itu dimulai dari sebuah warung kecil di jembatan Samota.

Tags: SumbawaUniversitas Teknologi Sumbawa
Share16SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In