• Latest
  • Trending
  • All
Kawal Isu Lingkungan, GMNI Malang Serukan Perkuat Kelembagaan Lokal sebagai Benteng Terakhir Upaya Konservasi

Kawal Isu Lingkungan, GMNI Malang Serukan Perkuat Kelembagaan Lokal sebagai Benteng Terakhir Upaya Konservasi

April 3, 2023
Lestarikan Olahraga Tradisional, HIMAPOR FIP UMJ Adakan Gobak Sodor Competition

Lestarikan Olahraga Tradisional, HIMAPOR FIP UMJ Adakan Gobak Sodor Competition

Februari 10, 2026

Markus Maita: Bupati Mimika Wajib Melindungi Tanah Adat Mimika Wee

Februari 9, 2026

Markus Maita Ingatkan Kepala Distrik dan Desa Mimika Barat Jauh soal Wewenang Perizinan Sawit

Februari 8, 2026
MBG Hadir di SMK Ahmad Yani Jabung, Tingkatkan Kesehatan dan Konsentrasi Belajar Siswa

MBG Hadir di SMK Ahmad Yani Jabung, Tingkatkan Kesehatan dan Konsentrasi Belajar Siswa

Februari 8, 2026

Fermina Welerubun: Ketua DPC Wanita Katolik RI St. Stefanus Sempan Timika Perkuat Iman dan Pengabdian

Februari 8, 2026

LMHA Suku Kamoro MimikaWee Minta Pemda Segera Turunkan SK Definitif bagi Lima Pejabat Terpilih

Februari 5, 2026

“Masyarakat Kampung Nawaripi Mimika Serahkan Sumbangan Tabernakel ke Kapela Santa Theresia Piru, Maluku”

Februari 4, 2026
Lagu ‘Tau Samawa’: Manifesto Etos Kolektif dan Road Map Kebudayaan Masyarakat Sumbawa Kontemporer

Lagu ‘Tau Samawa’: Manifesto Etos Kolektif dan Road Map Kebudayaan Masyarakat Sumbawa Kontemporer

Februari 4, 2026
DPP IMORI Dukung Penuh Kapolri: Polri Harus Tetap Dibawah Presiden, Perubahan Struktur Akan Ciderai Amanat Reformasi

DPP IMORI Dukung Penuh Kapolri: Polri Harus Tetap Dibawah Presiden, Perubahan Struktur Akan Ciderai Amanat Reformasi

Februari 3, 2026
SMK Ahmad Yani Jabung Sukses Gelar UKK

SMK Ahmad Yani Jabung Sukses Gelar UKK

Februari 3, 2026
Teknologi Sederhana, Manfaat Besar: Mahasiswa KKN UNRAM Hadirkan Alat Pengering Bagi Warga Senaru Dalam Mengoptimalkan Produk Olahan Tumpang Sari

Teknologi Sederhana, Manfaat Besar: Mahasiswa KKN UNRAM Hadirkan Alat Pengering Bagi Warga Senaru Dalam Mengoptimalkan Produk Olahan Tumpang Sari

Februari 3, 2026
Insinerator Minim Asap Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Residu di Desa Labuan Pandan

Insinerator Minim Asap Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Residu di Desa Labuan Pandan

Februari 2, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, Februari 10, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Nasional

Kawal Isu Lingkungan, GMNI Malang Serukan Perkuat Kelembagaan Lokal sebagai Benteng Terakhir Upaya Konservasi

in Nasional, Opini
0
Kawal Isu Lingkungan, GMNI Malang Serukan Perkuat Kelembagaan Lokal sebagai Benteng Terakhir Upaya Konservasi
27
SHARES
299
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

GMNI Malang menyerukan pentingnya memperkuat lembaga lokal dalam proses konservasi lingkungan dalam lanjutan giat advokasinya di Desa Selorejo, Dau, Malang. Minggu, (2/4/2023).

Malang, Siasat.ID – GMNI Malang kembali melanjutkan giat kerakyatan mereka dalam nuansa dies natalis ke 69 GMNI di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

RelatedPosts

Lagu ‘Tau Samawa’: Manifesto Etos Kolektif dan Road Map Kebudayaan Masyarakat Sumbawa Kontemporer

DPP IMORI Dukung Penuh Kapolri: Polri Harus Tetap Dibawah Presiden, Perubahan Struktur Akan Ciderai Amanat Reformasi

Tubuh Kita, Pelajaran Hidup yang Sering Terlupakan

Kali ini, GMNI Malang memfokuskan agenda pada pembahasan perihal konservasi dan penguatan lembaga lokal yang diangkat dalam forum “njagong” atau duduk bersama dengan berbagai stakeholder Desa Selorejo.

Dalam giat yang dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Selorejo, Minggu (2/4/2023) tersebut mengundang seluruh stakeholder mulai dari Pemerintah Desa Selorejo beserta jajaran, Lembaga adat dalam hal ini LANDAK Sabuk Kawi (Lembaga Adat Andalan Konservasi) Desa Selorejo, Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonokerto Lestari, perwakilan pemuda, para alumni serta para pengurus dan kader GMNI Malang.

Tidak lupa dalam giat tersebut juga mengundang 2 keynote speaker yang juga merupakan tokoh nasionalis dan penggerak lingkungan serta pelestarian alam, yaitu Mantan Direktur Utama Perum Jasa Tirta 1, Raymond Valiant Ruritan, serta pegiat konservasi sekaligus alumnus GMNI UPN Veteran Surabaya, Heru.

Kegiatan ini merupakan rangkaian ketiga langkah advokasi kerakyatan GMNI Malang dalam memulai upaya advokasinya di Desa Selorejo, setelah sebelumnya mengadakan live in (hidup bersama masyarakat), hingga melaksanakan giat screening kesehatan gratis untuk masyarakat Desa Selorejo dalam tajuk besar yaitu “Turun ke Bawah”.

“Momen Dies natalis yang ke 69 GMNI ini ingin kami maknai sebagai pengingat marwah gerakan dan perjuangan GMNI sebagai gerakan kerakyatan, yang lahirnya tidak lepas dari harapan rakyat akan kehidupan yang berdaulat, adil dan makmur. Dengan Serangkaian kegiatan Turba (Turun Bawah) ke Masyarakat desa, kami ingin berdampak sekaligus belajar bermasyarakat. Mulai dari memahami kondisi sosial kultural yang ada di desa dan permasalahan yang ada melalui kegiatan live in dan analisis sosial serta serangkaian kegiatan bersama masyarakat Desa Selorejo lainnya,” ungkap ketua pelaksana kegiatan, Priska.

Kegiatan ketiga yang mengangkat tajuk konservasi alam dan njagong desa ini dimulai dengan kegiatan konservasi oleh para kader GMNI Malang di dampingi oleh Lembaga LANDAK dengan belajar menanam dan penghijauan.

Hal ini penting dilakukan karena Desa Selorejo merupakan daerah pegunungan yang juga menjadi salah satu tumpuan hulu mata air yang sangat besar.

Kegiatan selanjutnya langsung dilanjutkan dengan “njagong desa” atau forum diskusi dengan pemangku desa yang dilaksanakan di pendopo Desa Selorejo.

Berbagai gagasan, wacana serta upaya untuk memperkuat gerakan konservasi berbasis penguatan lembaga konservasi lokal menjadi diskursus yang jadi inti bahasan.

“Upaya konservasi wilayah hutan lindung utamanya memang harus dimulai dengan memperkuat embrio lembaga lokal,” ungkap alumnus GMNI UPN Veteran Surabaya, Heru dalam penyampaiannya.

Di sisi lain, Raymond juga menjelaskan bahwa Desa Selorejo merupakan satu peradaban yang sudah sangat tua serta menjelaskan pentingnya menggunakan pisau analisa Marhaenisme sebagai arah gerak dari pengelolaan potensi desa.

“Desa Selorejo merupakan desa yang sangat tua. Indikatornya adalah dulu sebelum adanya pertanian jeruk, wilayah ini adalah persawahan padi yang berada diketinggian. Hal tersebut membuktikan memang wilayah ini dari dulu dikenal kaya akan sumber daya air. Sebagai desa yang sangat kaya akan potensi, dalam pengelolaannya juga harus hati-hati. Saya rasa dengan konsep Marhaenisme sebagai pisau analisa untuk memahami potensi desa (dengan paradigma mencintai apa yang kita punya dan memanfaatkan dengan kapital yang dikuasai) akan bisa menjaga serta melestarikan potensi yang ada,” ungkap Mantan Direktur Utama PJT 1 tersebut.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama oleh pemangku adat lokal Desa Selorejo diikuti oleh pemotongan tumpeng dies natalis ke 69 GMNI serta buka bersama seluruh peserta kegiatan.

GMNI Malang berharap berbagai kegiatan pembuka dalam momen dies natalis ini menjadi langkah konkret awal dalam upaya gerakan kerakyatan yang diinisiasi oleh GMNI Malang.

“Kami berharap ini menjadi pintu pembuka bagi GMNI untuk dalam jangka panjang menjadi mitra dalam hal advokasi kerakyatan sebagai upaya kontribusi kami secara langsung dalam penyelesaian permasalahan masyarakat Desa Selorejo,” tambah Priska.

Dalam penyampaiannya, GMNI Malang juga memaparkan hasil analisis sosial yang telah dilakukan selama beberapa minggu di Desa Selorejo serta mengutarakan komitmennya menjadi organisasi mitra dalam proses optimalisasi potensi Desa Selorejo dengan tetap secara simultan melaksanakan pendampingan dan pengabdian.

“Konsevasi alam dan njagong desa ini merupakan kegiatan formal/ pembuka terakhir dalam serangkaian agenda turun ke bawah bersama masyarakat Desa Selorejo sekaligus tasyakuran dies natalis ke 69 GMN. Meskipun ini kegiatan terakhir, tetapi bukan menjadi akhir gerakan kami, melainkan sekaligus menjadi pintu pembuka bagi kami untuk menjadi mitra pendamping masyarakat dalam hal advokasi kerakyatan mendatang,” pungkas pegiat isu perempuan tersebut. (Red)

Tags: DPC GMNI Malang
Share11SendShare
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PT. TAS. Gelar Pertemuan Lanjutan dengan Masyarakat Adat Mimika Barat Jauh, Bahas Operasional Perkebunan Kelapa Sawit

Desember 15, 2025
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1
Lestarikan Olahraga Tradisional, HIMAPOR FIP UMJ Adakan Gobak Sodor Competition

Lestarikan Olahraga Tradisional, HIMAPOR FIP UMJ Adakan Gobak Sodor Competition

Februari 10, 2026

Markus Maita: Bupati Mimika Wajib Melindungi Tanah Adat Mimika Wee

Februari 9, 2026

Markus Maita Ingatkan Kepala Distrik dan Desa Mimika Barat Jauh soal Wewenang Perizinan Sawit

Februari 8, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In