• Latest
  • Trending
  • All
DPP GMNI Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

DPP GMNI Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

September 5, 2022

Penangguhan Pelantikan Kepala Kampung Reni Dinilai Langgar Asas Hukum Administrasi

Mei 16, 2026

Norman Ditubun Tegaskan Komitmen Bangun Kampung Nawaripi dan Desa Wisata Paieve Merah Putih Mil 21

Mei 16, 2026

ASPIRASI MASYARAKAT KAMPUNG RENI MENDESAK AGAR KEPALA KAMPUNG TERPILIH SEGERA DILANTIK

Mei 16, 2026

Antara Pembaharuan dan Jerat Kekuasaan: Ketika Reformasi Birokrasi Berhadapan dengan Mafia Sistem

Mei 16, 2026

Nation and Character Building ala Bung Karno: Menyelamatkan Arah Peradaban Indonesia

Mei 16, 2026

Ahli Waris Minta Komisi II Kawal Audit HGB Lahan Sengketa Bintaro Exchange

Mei 16, 2026

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah di Rp 17.597 per Dolar AS

Mei 16, 2026

INISIATOR Dorong Pemeritah Tingkatan Kesejahteraan Jaksa

Mei 16, 2026

Warga Kamoro Nawaripi Tuntut Hak Galian C dari PT Freeport Indonesia, Ini Landasan Hukumnya

Mei 16, 2026

DPC GMNI Jayawijaya Desak Pemerintah Fasilitasi Penghentian Perang Suku di Wamena

Mei 15, 2026

Malfungsi Negara di Tembagapura: Membedah Nekropolitik, Ekosida, dan Jerat Solusi PalsuOleh: Louis Fernando Afeanpah

Mei 15, 2026

Karateker KNPI Mimika Gelar Konsolidasi Bersama OKP Cipayung, Siap Mendukung  Pelaksanaan Rapimpurda Dan Musda KNPI Kabupaten Mimika

Mei 14, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

DPP GMNI Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

in Ekonomi Bisnis, Nasional
0
DPP GMNI Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
49
SHARES
542
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

M e r d e k a . . . ! ! !

Jakarta, Siasat.ID – Pemerintah per hari ini telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan dalih
APBN Indonesia tahun 2022 tidak akan sanggup menanggung beban subsidi BBM yang ditetapkan pemerintah sebesar 502,4 triliun rupiah (dari pagu awal sebesar 152,5 triliun rupiah).

RelatedPosts

DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026

Anomali LPG di Timika: Antara Kelumpuhan Teknokratis dan Anarki Pasar

Ahli Waris Girik C.428 Surati Komisi II DPR: Minta Kawal Audit HGB PT Jaya Real Property di Tangsel

Menurut pemerintah, hal ini disebabkan karena naiknya harga minyak Dunia, melemahnya nilai
tukar rupiah, dan melonjaknya konsumsi BBM bersubsidi Nasional melebihi ekspektasi yang
ditetapkan pemerintah. Menurut data yang dikeluarkan pemerintah, bila subsidi BBM tahun ini
tidak dilakukan penyesuaian, maka pemerintah harus menambah suntikan dana subsidi sebesar
198 triliun. Artinya, total anggaran APBN tahun 2022 yang dialokasikan untuk subsidi BBM
akan berjumlah sekitar 700 triliun.

Untuk mengurangi beban terhadap APBN tersebut, menurut pemerintah terdapat 3 jalan
yang dapat ditempuh. Pertama, menaikkan harga BBM bersubsidi. Kedua, mengendalikan
volume konsumsi alias membatasi penggunaan BBM bersubsidi. Ketiga, menambah Dana
subsidi Energi tahun ini sebesar 198 triliun. Saat ini pemerintah lebih memilih Opsi menaikkan harga BBM bersubsidi untuk mengurangi subsidi Energi.

GMNI menilai, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan keputusan yang Tidak tepat karena hanya akan mengorbankan kesejahteraan Rakyat, khususnya rakyat kecil.

Ada beberapa alasan yang mendasari penolakan DPP GMNI terhadap pemerintah
yang menaikkan harga BBM bersubsidi, antara lain :

  1. Pemerintah tidak transparan mengenai data yang menjadi rujukan terkait subsidi energi
    yang mencapai 502,4 triliun rupiah. Salah seorang pakar ekonomi menyajikan data lain
    yang lebih valid, menunjukkan bahwa realisasi untuk subsidi BBM selama Semester 1
    2022 hanya sebesar 88,7 triliun rupiah untuk BBM, elpiji, dan listrik. Dengan rincian,
    66,2 triliun rupiah digunakan untuk subsidi BBM saja. Sementara pemerintah
    mengatakan terjadi pembengkakan karena subsidi dan kompensasi energi yang
    ditetapkan pemerintah sebesar 502,4 triliun rupiah. Besaran ini sangat tidak masuk akal,
    karena uang rakyat yang digunakan untuk subsidi sekitar 1,4 triliun rupiah per hari. DPP GMNI menuntut pemerintah untuk lebih transparan dengan merinci dan menjelaskan kepada publik terkait kompensasi yang dimaksud selain subsidi, serta alokasinya karena
    uang rakyat digunakan dalam jumlah yang sangat besar.
  2. Pemerintah berdalih pencabutan subsidi BBM didasarkan asumsi yang dibuat oleh
    Kementerian Keuangan atas harga ICP (Indonesia Crude Price) saat ini berubah jauh,
    dari asumsi awal sebesar 63 dollar AS per barel (RAPBN 2022). Salah seorang staf
    khusus di Kementerian Keuangan menyatakan bahwa satu syarat agar tidak perlu
    dilakukan pemotongan subsidi BBM adalah kisaran harga ICP harus berkisar di harga
    100 dollar AS per barel. Mengacu data dari oilprice.com per 30 Agustus 2022, kami
    mencatat harga minyak mentah, baik WTI maupun Brent melonjak dan berada di kisaran
    100-120 dollar AS per barel selama Maret-Juli 2022. Namun, sejak akhir Juli sampai
    awal September 2022 ini, harga kedua minyak mentah mengalami tren penurunan di
    kisaran 90-100 dollar AS per barel. Jika kondisi ini terus berlanjut dan tidak terdapat
    lonjakan signififkan, maka tidak ada alasan bagi pemerintah untuk memotong subsidi
    BBM.
  3. Pemerintah berdalih bahwa harga BBM Indonesia saat ini merupakan yang termurah di
    dunia. Namun, berdasarkan data yang ada, harga BBM Indonesia saat ini (khususnya
    jenis Pertalite) Indonesia bahkan tak masuk dalam 10 besar. Mengacu data
    globalpetrolprices.com per 29 Agustus 2022, harga BBM paling murah sebesar 0,022
    dollar AS per liter di Venezuela, dan paling mahal sebesar 2,981 dollar AS per liter di
    Hong Kong. Sementara di Asia Tenggara, harga BBM paling murah adalah 0,457 dolar
    AS per liter di Malaysia, lalu 1,077 dolar AS per liter di Vietnam, barulah 1,163 dolar
    AS per liter di Indonesia. Dari data ini, bahkan, apabila disandingkan dengan daya beli
    masyarakat yang merujuk pada PDB per kapita Negara Indonesia tidak termasuk dalam
    daftar 5 negara teratas dengan harga “BBM yang terjangkau”. DPP GMNI menilai klaim
    pemerintah yang menyebut harga BBM di Indonesia saat ini termurah di dunia maupun
    terjangkau adalah sesat. Bahkan dengan kondisi BBM yang disubsidi pemerintah saat
    ini, harga ini belum termasuk “murah dan terjangkau” bagi sebagian besar masyarakat
    Indonesia. Dengan kata lain, rencana menaikkan harga BBM pasti akan membebani
    rakyat yang belum pulih dari dampak pandemi Covid-19.
  4. Dengan menaikkan harga BBM, maka pemerintah membuka ruang bagi kenaikan inflasi
    yang berdampak negatif bagi ekonomi nasional. Sejarah mencatat, Indonesia pernah
    menaikkan harga BBM pada Maret 2005 sekitar 30 persen dan dilanjutkan pada Oktober
    2005 sekitar 90 persen, memberi dampak inflasi sebesar 17,11 persen. Pada 2013, bensin
    mengalami kenaikan sebesar 44,4 dan mengakibatkan inflasi mencapai 8,38 persen pada tahun itu. Pada November 2014, terjadi kenaikan kembali pada harga bensin sekitar 30,8
    persen yang mengakibatkan laju inflasi mencapai 8,36 persen. Melihat data tersebut,
    kemungkinan inflasi Indonesia yang pada tahun ini ditargetkan hanya berkisar 2-4
    persen, akan membengkak hingga mendekati 8-10 persen (berdasarkan pengalaman
    sebelumnya saat terjadi kenaikan harga BBM). Artinya, harga kebutuhan barang
    masyarakat akan semakin meningkat dan daya beli masyarakat akan merosot tajam. Hal
    ini akan berdampak langsung pada perekonomian negara yang saat ini justru ditopang
    oleh konsumsi rumah tangga sebesar 56 persen. Tingginya laju inflasi juga akan
    mengakibatkan tingkat kesejahteraan masyarakat semakin menurun yang berujung pada
    bertambahnya orang miskin di Indonesia.
  5. Pemerintah tidak melakukan politik subsidi BBM dengan strategis. Politik energi
    Nasional seharusnya bersinergi dengan politik luar negeri dan diplomasi ekonomi,
    namun selama ini masih berjalan parsial dan memiliki banyak kelemahan. gejolak harga
    minyak global bisa ditekan di sisi hulu (upstream), apabila pemerintah mendorong
    Pertamina untuk lebih giat melakukan eksploitasi ladang-ladang migas baru. Termasuk
    menarik investor potensial untuk menanamkan modal di infrastruktur kilang minyak.
    Peningkatan kapasitas kilang adalah esensial untuk mengurangi risiko kenaikan biaya
    pengadaan BBM impor dan volatilitas nilai tukar rupiah. Peningkatan kapasitas kilang
    minyak, tidak hanya untuk menghasilkan BBM, tetapi juga kilang yang lebih kompleks
    di sektor petrokimia (petrochemical). Dengan kata lain, peningkatan kapasitas kilang
    dapat meningkatkan nilai tambah bagi Pertamina dan berdampak positif juga untuk
    APBN. DPP GMNI juga menilai politik energi nasional belum berdaulat, Indonesia
    masih bisa didikte oleh asing. Seperti dalam kasus rencana pembelian minyak mentah
    dari Rusia. Seperti diketahui, Rusia menawarkan harga minyak yang 30 persen lebih
    murah dibandingkan harga pasar global. Namun, pemerintah masih khawatir dengan
    konsekuensi embargo ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.
    Padahal, cukup banyak negara yang “berani” membeli minyak Rusia, seperti India
    (Bharat Petro, Hindustan Petro, Indian Oil Co., Mangalore Refinery and Petrochemicals
    dll), China (Sinopec), Jerman (Leuna, Miro, PCK Schwedt). Bahkan, data dari The
    Center for Research on Energy and Clean Air -lembaga think tank Finlandia
    menyebutkan bahwa selama periode Februari-Juli 2020, Jepang “masih” membeli
    minyak mentah dan gas Rusia sebesar 2,6 miliar dollar AS, disusul Korea Selatan (1,7
    miliar dollar AS) dan Taiwan (1,2 miliar dollar AS).
  6. Pemerintah mengalihkan subsidi BBM ke Bantuan Langsung Tunai (BLT) guna
    mengurangi dampak inflasi yang akan timbul, sangat rentan terjadi penyelewengan,
    sebagaimana korupsi (bancakan) atas bansos Covid kemarin. Belum lagi persoalan data
    penerima bansos yang tidak akurat, dianggap lebih menyulitkan daripada membatasi
    atau mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran. Ditambah,
    kondisi saat ini menjelang perhelatan Pemilu 2024, semakin menguatkan asumsi akan
    kekhawatiran kita bahwa pengalihan subsidi BBM menjadi BLT akan menjadi ajang
    bancakan untuk dana politik bagi calon dari KIB.
    Berdasarkan kajian DPP GMNI diatas, sudah selayaknya pemerintah mengkaji
    ulang dan membatalkan kenaikkan harga BBM bersubsidi yang dianggap justru akan
    membebani rakyat. Pemerintah seharusnya memikirkan dan membuat kebijakan agar
    subsidi energi yang dikeluarkan pemerintah harus tepat sasaran bagi masyarakat yang
    benar-benar membutuhkan. Banyak cara yang dapat ditempuh pemerintah untuk
    melakukan pembatasan konsumsi BBM agar subsidi yang dilakukan pemerintah lebih
    tepat sasaran, namun anehnya, pemerintah lebih memilih untuk memotong subsidi energi
    dan mengalokasikan dana bansos bagi masyarakat untuk mengurangi (meredam) dampak
    yang akan terjadi, yang justru biasanya akan menimbulkan polemik baru.
    Maka dari itu DPP GMNI akan segera menindaklanjuti sikap ini dengan melakukan
    aksi penolakan terhadap kenaikan harga BBM secara serentak bersama DPD dan DPC GMNI di Seluruh Indonesia. (DA/Red)

GMNI. . . Jaya. . . ! ! !
Marhaen. . .Menang. . .! ! !

Tags: DPP GMNIGerakan Mahasiswa Nasional IndonesiaGMNIMemenangkanZamanImanuel CahayadiKenaikan Harga BBMPernyataan SikapPress ReleaseSujahri SoemarTriMantap
Share20SendShare
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Penangguhan Pelantikan Kepala Kampung Reni Dinilai Langgar Asas Hukum Administrasi

Mei 16, 2026

Norman Ditubun Tegaskan Komitmen Bangun Kampung Nawaripi dan Desa Wisata Paieve Merah Putih Mil 21

Mei 16, 2026

ASPIRASI MASYARAKAT KAMPUNG RENI MENDESAK AGAR KEPALA KAMPUNG TERPILIH SEGERA DILANTIK

Mei 16, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In