• Latest
  • Trending
  • All

Hentikan Bercanda tentang Virus Corona, Kasihani Kami yang Sedang Was-was

Maret 18, 2020

Piala Dunia, Bius Massal, dan Refleksi Pembangunan Mimika di Tengah Euforia Piala Dunia 2026

Juni 15, 2026

APBD Rp5,7 TRILIUN MANDEK: Rakyat Papua Menjerit, Birokrasi Mimika Tertidur di Atas Limpahan Anggaran

Juni 15, 2026
Dugaan Penyelewengan Anggaran, Ketua Korak Desak Kejari Sumbawa Turun Tangan Usut Desa Boak

Hilirisasi Unggas Rp1,7 Triliun di Serading: Rakyat Berhak Mendapatkan Penjelasan, Bukan Sekadar Pencitraan

Juni 15, 2026
Ketua Serikat Petani dan Peternak Pulau Sumbawa Minta Pemda Transparan Soal Investasi Hilirisasi Unggas Rp1,7 Triliun

Ketua Serikat Petani dan Peternak Pulau Sumbawa Minta Pemda Transparan Soal Investasi Hilirisasi Unggas Rp1,7 Triliun

Juni 15, 2026

BPA Kejaksaan RI Serahkan Hasil Lelang BPA Fair 2026 dan Penelusuran Aset Edi Tansil ke Kemenkeu Senilai Total Rp1,02 Triliun

Juni 15, 2026

ADU ARGUMEN DI UNDIP VIRAL! Budiman Sudjatmiko Bantah Usir Mahasiswa, Publik Perdebatkan Etika Forum

Juni 14, 2026

Anang Iskandar Pakar Hukum Narkotika Ingatkan DPR: Jangan Ulangi “Kecelakaan Legislasi ke-5” dalam Revisi UU Narkotika

Juni 14, 2026
Jalo Maula: Pejabat Publik Perlu Hati-hati Merespons Dinamika Politik di Ruang Digital

Jalo Maula: Pejabat Publik Perlu Hati-hati Merespons Dinamika Politik di Ruang Digital

Juni 13, 2026

Mesin Pengolah Sampah “Solusi Aksara” Karya Made Hiroki Rampung, Target Uji Operasi 2 Bulan ke Depan

Juni 13, 2026

Gesuri Dalam Diskusi Soal Narkoba: “Kenapa 10 Pemuda Bisa Guncang Dunia”, BNN Catat Prevalensi Narkoba Tangerang Naik ke 4,3

Juni 13, 2026

GMNI FMIPA UNESA Soroti Dampak Kenaikan Harga Pertamax

Juni 13, 2026
Harga BBM Naik di Tengah Pelemahan Dolar: Rakyat Berhak Mendapat Penjelasan

Gerakan 116: Ketika Suara Petani Menuntut Keadilan Kebijakan

Juni 13, 2026
  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, Juni 15, 2026
  • Login
Siasat
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya
No Result
View All Result
Siasat
No Result
View All Result
Home Opini

Hentikan Bercanda tentang Virus Corona, Kasihani Kami yang Sedang Was-was

in Opini
0
23
SHARES
261
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Ribut Wijoto

SEMAKIN HARI VIRUS CORONA (Covid-19) semakin mendekat dalam kehidupan kami. Virus ini bukan lagi berita internasional. Bukan lagi fenomena mematikan yang terjadi di Wuhan, China. Tetapi dia telah merangsek dalam kehidupan pribadi kami. Mengubah cara hidup keseharian kami.

RelatedPosts

Piala Dunia, Bius Massal, dan Refleksi Pembangunan Mimika di Tengah Euforia Piala Dunia 2026

Gerakan 116: Ketika Suara Petani Menuntut Keadilan Kebijakan

Harga BBM Naik di Tengah Pelemahan Dolar: Rakyat Berhak Mendapat Penjelasan

Bulan Februari 2020 kemarin, kami masih bisa tenang-tenang saja membaca pemberitaan tentang orang-orang yang jatuh sakit dan sebagian meninggal akibat virus corona. Bersimpati namun tanpa rasa khawatir. Kami malah heran dengan orang-orang, yang katanya, suka makan daging kelelawar. Hewan yang bagi kami sangat menjijikkan.

Ketika itu, kami memang menyadari bahwa virus corona sangat berbahaya. Virus yang mampu merenggut nyawa manusia. Tetapi kami tidak khawatir. Kami membaca corona seperti membaca berita tentang rudal-rudal yang melayang di atas wilayah Timur Tengah. Perisitiwa mematikan yang terjadi di tempat jauh. Sama sekali tidak membahayakan kami, kami yang berada di sini, di Indonesia.

Namun segalanya bergerak sangat cepat. Tiba-tiba kami mendapat pengumuman dari guru sekolah bahwa anak-anak kami diliburkan. Anak-anak kami disuruh belajar di rumah saja. Anak-anak kami dibekali banyak petuah tentang cara mengantisipasi penularan virus corona. Anak-anak kami disarankan untuk menghindari tempat-tempat ramai.

Sebagai murid, tentu saja, anak-anak kami patuh pada petuah gurunya. Mereka lalu minta dibelikan masker. Mereka tidak berani bebergian jauh. Mereka banyak bercerita tentang bahaya virus corona. Yang kata anak-anak kami, bersalaman dengan penderita saja, virus corona otomatis menular. Dan kami tidak punya pilihan lain kecuali membenarkan apa-apa yang dipetuahkan oleh guru dari anak-anak kami. Sekaligus, kami merasa was-was.

Lebih was-was lagi, di media massa -baik televisi, portal berita online, maupun di media sosial- kami mendapai pemberitaan tentang jumlah korban virus corona yang tidak pernah susut, justru semakin banyak. Wilayah yang terkena wabah juga kian meluas. Tidak lagi di pusat kota, virus corona merambat cepat ke daerah-daerah terpencil. Siapapun bisa tiba-tiba terjangkit, termasuk kami.

Satu hal yang membuat kami merasa semakin tidak nyaman, ada saja orang-orang yang membuat fenomena pandemi virus corona sebagai bahan candaan. Lelucon. Seakan-akan fenomena virus corona adalah lahan basah untuk olok-olok. Bahan untuk meledek orang lain. Bahan untuk tertawa lebar.

Kalimat plesetan mereka bikin. Misalnya, istilah corona diplesetkan menjadi singkatan dari ‘comunitas rondo (janda) merana’. Tak hanya kalimat plesetan. Meme-meme juga tersebar. Anehnya, kreativitas tak simpatik itu mudah sekali menjadi viral.

Lebih parah lagi, ada pula yang tega membuat berita bohong. Hoaks. Dengan nada seakan-akan bijak dan seakan-akan membawa kebaikan, mereka membuka kalimat dengan seruan “hati-hati, virus corona sudah menyebar di Mojo***, satu orang meninggal”. Padahal informasi itu sama sekali tidak benar.

Tolonglah,jaga hati kami yang sedang was-was dengan kesehatan anak-anak kami. Kesehatan keluarga kami, saudara-saudara kami.

Berempatilah pada pasien-pasien yang saat ini sedang diisolasi oleh pihak rumah sakit. Jaga perasaan pihak keluarga pasien yang dilanda kecemasan. Keluarga pasien yang cemas sekaligus takut tertular virus corona.

Hormatilah dokter dan perawat yang berjuang menyembuhkan pasien. Sementara mereka sendiri sewaktu-waktu juga bisa tertular.

Jagalah perasaan pedih pengusaha travel yang tiba-tiba sepi order karena klien takut bebergian, penjual alat tulis yang sepi pembeli karena sekolah prei, pengusaha hotel yang okupansinya melorot drastis sementara dia tetap harus membayar gaji karyawan, tukang parkir tempat wisata yang terpaksa seharian menganggur. Selain berbahaya bagi kesehatan, virus corona benar-benar memukul sektor ekonomi.

Sekali lagi, berhentilah membua virus corona sebagai bahan candaan. Taruhlah kreativitas kalian ke tempat-tempat yang semestinya.

Kita bisa memangkas persebaran wabah virus corona, untuk sementara waktu, dengan mengubah cara hidup kita sendiri. Dimulai dari diri kita sendiri. Caranya dengan menahan diri tidak terlalu banyak keluar rumah, meminimalisir kontak fisik dengan khalayak ramai, selalu menjaga kebersihan badan, dan memperbanyak ibadah. Berdoa. Bagaimanapun juga, perlindungan diri paling kokoh adalah keselamatan yang diberikan oleh Allah SWT.

Semoga wabah virus corona segera teratasi. Amin. []

Share9SendShare
Siasat ID

Siasat ID

surel: siasatindonesia [at] gmail.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Mahasiwa KKL UNSA Desa Pemasar Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Agustus 1, 2023
Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Che Guevara: Jika Anda Bergetar dan Geram Setiap Melihat Ketidakadilan, Maka Anda Adalah Kawan Saya

Agustus 26, 2022

PERNYATAAN SIKAP ATAS TINDAKAN OKNUM APARAT YANG MEMASUKI PASTORAN KATEDRAL TIGA RAJA MIMIKA TANPA IZIN DAN ETIKA

April 28, 2026
DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

DPD PSI Pemalang Apresiasi langkah KPK dalam OTT terhadap Sejumlah Pejabat Pemkab Pemalang

1
Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

Ramaikan Hari Kemerdekaan, Karang Taruna Limbangan Adakan Lomba Layang-layang

1
Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

Wujud Solidaritas, IKA SMANCO galangkan Santunan Muharam Anak Yatim

1

Piala Dunia, Bius Massal, dan Refleksi Pembangunan Mimika di Tengah Euforia Piala Dunia 2026

Juni 15, 2026

APBD Rp5,7 TRILIUN MANDEK: Rakyat Papua Menjerit, Birokrasi Mimika Tertidur di Atas Limpahan Anggaran

Juni 15, 2026
Dugaan Penyelewengan Anggaran, Ketua Korak Desak Kejari Sumbawa Turun Tangan Usut Desa Boak

Hilirisasi Unggas Rp1,7 Triliun di Serading: Rakyat Berhak Mendapatkan Penjelasan, Bukan Sekadar Pencitraan

Juni 15, 2026
Siasat

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Navigate Site

  • Pengelola
  • Pedoman Pemberitaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nusantara
  • Ekonomi Bisnis
  • Budaya

Copyright © 2023 Siasat.ID.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In